Bagas Rahmadsyah bayi berumur satu bulan penderita tumor di kepala.(foto :metro asahan)

HMINEWS.COM, Kisaran- Bagas Ramadhan bayi laki-laki berumur satu bulan anak pertama dari pasangan Rahmadsyah (35) dan Parti (30) warga Dusun VII, Desa Meranti, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan menderita tumor di kepalanya. Bagas harus secepatnya mendapatkan perawatan medis untuk dioperasi, karena penyakit itu dikhawatirkan mengancam keselamatan Bagas.

Namun pihak keluarga bingung karena tak mempunyai biaya untuk pengobatan Bagas. Benjolan kecil yang muncul sejak Bagas lahir, kini kondisinya semakin membesar dengan ukuran 7 Cm di kanan atas kepalanya.

“Beberapa hari belakangan ini, benjolannya semakin besar dengan dibarengi deman serta suhu badan yang tinggi,” ucap Parti, Minggu (19/9) saat ditemui di ruang rawat inap khusus anak di RSU Kisaran.

Menurutnya, waktu lahir, memang ada benjolan sebesar kelereng di bagian atas sebelah kanan kepala Bagas.

“Namun kami tidak membawanya ke rumah sakit, karena kekurangan biaya. Tapi tiap hari benjolan itu bertambah besar. Sehingga anak saya sering menderita demam dan selalu menangis,” ucap Rahmadsyah.

Sejak benjolannya semakin membesar, Bagas kurang nafsu meminum Air Susu Ibu (ASI). Sedangkan pencernaannya tidak mengalami gangguan. Namun setiap hari, benjolan itu makin membesar. Sehingga berat badan Bagas makin bertambah.

“Berat badannya sekarang mencapai empat kilogram, padahal dua hari sebelumnya, beratnya hanya 3,7 kilogram. Oleh sebab itu, kami berharap bantuan Pemkab Asahan untuk membantu biaya perabotan anak saya. Agar dia bisa sembuh seperti anak biasa,” ungkap Parti sambil mengusap kepala anaknya.

Di lain tempat, Dokter Spesialis Anak RSUD Kisaran, dr Alfian Nasution SpA  kepada METRO mengatakan, bayi itu diduga menderita tumor, dan kondisinya saat dibawa ke rumah sakit, sudah tergolong buruk. Hal ini disebabkan kekurangan gizi, serta anemia (kurang darah), dan diperkirakan tumor itu akan menyerang tengkorak kepala, dan dikhawatirkan ada  desakan ke otak dengan timbulnya gejala kejang.

“Menurut penjelasan orang tuanya, anak itu pernah kejang, sehingga diharapkan secepatnya di rujuk ke RSUD Medan. Ini mengingat RSUD Kisaran sarana dan prasarananya tidak mencukupi untuk menangani penyakit tumor yang diderita anak itu. Dalam hal ini harus ada campur tangan Pemkab Asahan. Mengingat orang tua bayi tergolong dalam golongan masyarakat prasejahtera,” ungkap Alfian.

Alfian juga menjelaskan penyebab penyakit yang  diderita Bagas multi faktor, seperti benturan di waktu hamil, konsumsi makan yang tidak seimbang, radiasi, atau bisa juga faktor genetic. Sehingga sewaktu mengandung dan setelah melahirkan harus selalu berkonsultasi dengan dokter, dan bila ditemukan kelainan kepada anak, harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan dan diobati sedini mungkin.

“Dengan demikian maka, penyakit yang diderita bayi akan dapat penanggulangan khusus, sehingga penyakitnya tidak bertambah parah dan mengganggu organ tubuh lainnya,” jelas Alfian.[]metro asahan/dni