HMINEWS.COM- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar tim ekonomi melakukan evaluasi terhadap gaji direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Presiden mengingatkan belajar dari krisis finansial global 2008, banyak perusahaan di dunia bangkrut lantaran mengalokasikan belanja pegawai terlampau tinggi. Berikut ini rangkuman VIVAnews dari laporan keuangan dan gaji para bos  bank BUMN yang dipublish di pasar modal.

1. Bank Mandiri

Bank Mandiri (foto:vivavews)

Sepanjang 2009, 11 orang direksi Mandiri memperoleh gaji Rp.27,57 miliar, tunjangan Rp.17,51 miliar dan bonus Rp.48,0 miliar. Totalnya adalah Rp93,08 miliar pada 2009 setara dengan Rp.7 miliar per tahun atau Rp.705 juta per bulan.

Pada Mei 2010, gaji dan tunjangan memang tidak naik, tetapi bonus direksi dan komisaris Mandiri naik dari Rp60 miliar (direksi Rp48 miliar, komisaris Rp.12,8 miliar) pada Mei 2009 menjadi Rp.83 miliar. Itu belum termasuk fasilitas bagi 11 direksi berupa perumahan Rp1 miliar, transportasi Rp3,87 miliar dan santunan Rp. 4,69 miliar.

2. Bank Rakyat Indonesia

Bank Rakyat Indonesia (foto:vivanews)

Jumlah gaji dan tunjangan yang diperoleh sepuluh orang anggota direksi BRI naik signifikan dari Rp. 25,2 miliar pada 2008 menjadi Rp. 40,3 miliar pada 2009.

Dengan begitu, rata-rata seorang direktur BRI menerima penghasilan Rp. 4 miliar per tahun atau Rp. 333 juta per bulan. Namun, itu belum termasuk bonus, insentif dan tantiem yang diterima oleh direksi, komisaris hingga pejabat eksekutif BRI yang totalnya mencapai Rp. 159,9 miliar pada 2009.

3. Bank Negara Indonesia

Direktur BNI (foto:vivanews)

Total gaji dan kompensasi yang diterima oleh direksi dan komisaris BNI pada 2009 adalah Rp. 42 miliar. Dengan asumsi, komposisi penghasilan direksi dan komisaris BNI tak jauh berbeda dengan bank BUMN lainnya, penghasilan sembilan direksi BNI kemungkinan Rp. 34 miliar selama 2009. Atau penghasilan seorang direktur BNI sekitar Rp. 3,7 miliar per tahun atau Rp314 juta per bulan.

4. Bank Tabungan Negara

Direktur BTN ‘tengah’ (foto:vivanews)

Total gaji dan kompensasi, termasuk tantiem yang dibayarkan kepada enam direksi BTN adalah Rp. 27,06 miliar atau rata-rata Rp4,5 miliar per orang pada 2009. Setiap bulan, rata-rata seorang direksi BTN memperoleh Rp. 376 juta.

BTN merupakan bank terbesar ke-sepuluh di Indonesia dengan total aset Rp. 58 triliun pada akhir tahun lalu atau naik dari Rp. 44 triliun pada 2008. Total laba yang diraih oleh bank yang dipimpin oleh Iqbal Latanro ini cuma naik sedikit dari Rp. 430 miliar pada 2008 menjadi Rp. 490 miliar.[]viva/ham