Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto

HMINEWS.COM- Kemacetan yang terjadi setiap hari di Jakarta membuat orang mengeluh dan prustasi. Karena itu, dengan munculnya wacana pemindahan Ibu Kota Jakarta ke kota lain sangat didukung Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Mantan calon presiden ini mengatakan, situasi kemacetan Jakarta sudah sangat meresahkan. Namun, realisasi wacana ini, menurutnya, harus mempertimbangkan kondisi keuangan negara.

“Besok-besok, bisa-bisa kendaraan tidak bergerak karena macet parah. Saya mendukung Ibu Kota pindah dari Jakarta. Tapi, kalau kita punya uang. Wong sekarang saja kita defisit tiap tahun,” kata Prabowo saat berpidato dalam seminar “Tanah untuk Rakyat”, di Jakarta, Rabu (29/9/2010).

Seperti dalam kampanye-kampanyenya pada Pilpres 2009 lalu, dia menekankan perlunya menutup kebocoran kekayaan negara.

“Kami tidak anti asing. Tapi tidak bisa juga membiarkan asing terus menguasai kekayaan negara kita. Para elit harus cepat bangun, berlomba dengan waktu. Kita tidak bisa santai-santai. Negara lain bergerak maju, kita melempem. Hati-hati, Jakarta sudah mau tenggelam. Kita siapkan pemindahan Ibu Kota, tapi tutup dulu kebocoran kekayaan negara. Kalau tidak mau, pakai apa mindah Ibu Kota?” ujarnya.

Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, dinilai merupakan cermin bahwa Indonesia menjadi pasar bagi perusahaan-perusahaan otomotif asing. Sebab, tak satupun produk yang beredar di jalanan merupakan produk dalam negeri.

“Yang kita dapat hanya dampaknya, kemacetan. Kita terima saja produk luar negeri. Tidak ada mobil dan motor buatan Indonesia,” kata Prabowo.[]rima