seorang demontran alquds menagis sambil memegang gambar tokoh Imam Khomeini (tovanphotograph.blogspot.com)

HMINEWS.COM- “Hari Al-Quds” atau resminya “Hari Internasional Al-Quds” adalah peristiwa tahunan pada setiap Jumat terakhir bulan Ramadhan. Pada hari itu, masyarakat anti-penindasan di seluruh dunia diseru untuk mengekspresikan penentangan mereka terhadap segala bentuk penjajahan dan penindasan, khususnya yang diterapkan rezim Zionis Israel, dan solidaritas mereka bagi kaum yang tertindas, khususnya bagi bangsa Palestina.

Dimana hari Internasional Al-Quds” pertama kali dicetuskan pada Agustus 1979 oleh Ayatullah Ruhullah Khomeini. Sejak saat itu hingga kini, pada setiap Jumat terakhir bulan Ramadhan, aksi-aksi unjuk rasa massal menentang Zionisme dilangsungkan di sejumlah kawasan di dunia; di antaranya, Iran, Irak, Lebanon, Pakistan, Bangladesh, Suriah, Palestina (Gaza dan Tepi Barat), Amerika Serikat (Arizona, Houston, Seattle, dan Washington D.C.), Kanada (Toronto), Inggris (London), Swedia (Malmo) Afrika Selatan, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan banyak lagi

Untuk tahun 2010, Voice of Palestine akan memperingati Hari Internasional Al-Quds dengan tema, “Dunia Tanpa Zionisme, Dunia Tanpa Apartheid.

Bagi kami, rezim Zionis Israel adalah rezim Apartheid seperti halnya rezim Apartheid kulit putih di Afrika Selatan dulu, dan bahkan lebih buruk.

Dalam International Convention on the Suppression and Punishment of the Crime of Apartheid, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendefinisikan Apartheid sebagai, “Sebuah sistem yang menjalankan pemisahan dan diskriminasi rasial yang terlembagakan dalam tujuan mengekalkan penjajahan satu kelompok ras tertentu terhadap kelompok yang lain…”

Berikut sebagian kecil praktik-praktik Apartheid rezim Zionis di Palestina:

Di Tepi Barat, orang-orang Palestina dilarang menggunakan jaringan jalan yang diperuntukkan khusus bagi para pemukim ilegal Israel.

Orang Palestina di Wilayah Pendudukan menjalani hidup di bawah hukum militer yang sewaktu-waktu bisa menghadapi ancaman penahanan dan pemenjaraan tanpa tuduhan. Sedangkan pemukim illegal Israel hidup di bawah hukum sipil

Jumlah pemukiman ilegal Israel bisa terus bertambah. Sementara itu, puluhan ribu rumah warga Palestina secara konstan terus dihancurkan, sehingga melahirkan ribuan keluarga tunawisma.

Melihat kenyataan seperti di atas, Mantan Presiden AS Jimmy Carter dalam bukunya “Palestine, Peace without Apartheid” menulis, “Ini adalah contoh terburuk dari Apartheid, bahkan daripada apa yang pernah kita saksikan di Afrika Selatan.

Jika dulu warga dunia berkata tidak untuk rezim Apartheid kulit putih di Afrika Selatan, maka katakanlah “tidak” juga kepada rezim Apartheid Zionisme di Tanah Historis Palestina.

Hari Al-Quds adalah kesempatan yang paling tepat untuk berkata “tidak”: mengekspresikan penentangan dan penolakan terhadap rezim yang menciptakan sistem dan praktik Apartheid. Hari itu juga merupakan kesempatan untuk menyampaikan solidaritas kita kepada orang-orang tertindas dari Palestina, Irak, Afghanistan, hingga di negeri kita sendiri,Indonesia.