HMINEWS.COM- Meski mengalami berbagai kontroversi, akhirnya ide bejat pembakaran Alquran oleh pendeta asal Florida, Terry Jones berhasil dilaksanakan. kali ini pembakaran tidak dilakukan oleh Pendeta Terry Jones karena ia telah mengurungkan niatnya, melainkan oleh Pendeta Bob Old bersama rekannya Danny Allen di Tennessee, Amerika Serikat (11/9/2010).

Penggagas ide biadab itu

Sebelumnya beberapa pemimpin dari negara-negara Muslim seperti Pakistan, Indonesia, India dan sebagainya sudah mewanti-wanti agara pemerintah Amerika mengantisipasi tindakan biadab tersebut.

Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, sudah jauh-jauh hari meminta pemerintah Amerika untuk menghentikan pembakaran Alquran  tersebut. Asif mengatakan bahwa tindakan tersebut sebagai tindakan yang tidak masuk akal dan memalukan. “Siapa pun yang pernah berpikir seperti itu perbuatan tercela harus menderita sakit pikiran dan jiwa sakit-sakitan,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Ini akan mengobarkan sentimen di kalangan umat Islam di seluruh dunia dan menyebabkan kerusakan tidak dapat diperbaiki pada harmoni antar agama dan juga untuk perdamaian dunia,” tambahnya lagi.

Sekitar 200 pengacara bargabung dalam sebuah unjuk rasa membakar bendera Amerika Serikat di kota Multan, Pakistan Tengah, menuntut agar Washington menghentikan pembakaran kitab suci umat Islam.

“Jika Quran dibakar, akan menjadi awal kehancuran Amerika,” bunyi salah satu banner berbahasa Inggris oleh para demonstran. Mereka juga berteriak “Ganyang Amerika!”

“Ini adalah rencana oleh Zionis untuk menempatkan seluruh dunia menjadi masalah, jadi harus digagalkan,” kata Tariq Naeemullah, kepala Bersama Civic Front, sebuah koalisi organisasi non-pemerintah di Multan.

India, yang memiliki populasi ketiga terbesar di dunia Islam setelah Indonesia dan Pakistan, juga telah mengimbau Washington untuk mengambil sebuah “tindakan keras”.

“Pemerintah Amerika Serikat sendiri mengutuk sang pendeta, para pemimpin agama di seluruh dunia mengutuk tindakan tersebut, dan kita juga mengutuk tindakan yang dilakukan oleh pendeta tersebut,” demikian Palaniappan Chidambaram, menteri dalam negeri India. “Kami berharap pemerintah AS akan mengambil tindakan kuat untuk mencegah kemarahan seperti yang berkomitmen,” katanya

Demikian pula halnya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beliau telah menulis surat kepada Presiden Amerika yang memintanya untuk secara pribadi campur tangan untuk menghentikan tindakan yang merusak hubungan antara Barat dan Muslim tersebut.

“Dalam surat itu, Presiden Yudhoyono menulis bahwa Indonesia dan AS sedang membangun atau menjembatani hubungan antara dunia Barat dan Islam. Insiden pembakaran Quran tersebut menjadikan upaya tersebut sia-sia,” kata Teuku Faizasyah, jurubicara pemimpin Indonesia.

Tapi nasi sudah menjadi bubur, pembakaran Alquran sudah terlanjur dilakukan oleh orang-orang yang mengidap kebencian terhadap Islam. Insiden ini merupakan bukti bahwa masih ada di kalangan Barat para pemimpin agama yang membenci Islam. Sampai kapan kerak-kerak kebencian terhadap Islam tersebut akan bisa dihapuskan? [] lara kelana