HMINEWS.COM

 Breaking News

Sang Pencerah; Film Biopik Ahmad Dahlan

September 05
20:54 2010

Salah satu adegan film Sang Pencerah

Obsesi Hanung Bramantyo tercapai sudah. Film ‘Sang Pencerah’ sudah dirilis ke publik bulan puasa ini. Film layar lebar ke-13 yang disutradarainya itu merupakan film yang telah diimpikannya sejak SMA.

Hanung bersama dengan rumah produksi Multivision Plus mengangkat film biopik tentang Ahmad Dahlan. Dalam skenario Sang Pencerah, Hanung membagi perjalanan hidup Ahmad Dahlan itu ke dalam dua babakan. Babakan pertama ketika Ahmad Dahlan baru pulang dari Makkah. Pada fase ini muncul konflik, seperti ketika Ahmad Dahlan berusaha menggeser arah kiblat di Masjid Kauman.

“Pada usia 21 tahun, KH Ahmad Dahlan telah mampu melakukan sebuah pekerjaan sederhana namun sangat berharga, yakni meluruskan arah kiblat di kampungnya,” tuturnya.

Dengan contoh perbuatan kecil yang agung tersebut, Hanung mencoba mempertanyakan, khususnya bagi mereka yang telah berusia 21 tahun, apa yang telah diperbuat oleh mereka bagi tanah airnya saat ini.

‘Meski mungkin saat itu masalah kiblat adalah masalah yang regional atau kecil, tapi sebenarnya hal tersebut sangat berpengaruh tak hanya di tanah air, tapi juga di dunia internasional,” tambahnya.

Babakan berikutnya terjadi ketika ahmad Dahlan berusaha mendirikan Muahmmadiyah pada rentang waktu 1912. “Secara keseluruhan cerita dari film ini berlatar pada sejarah yang terjadi pada masa antara 1896 hingga 1912,” kata sutradara kelahiran Yogyakarta, 1 Oktober 1975 itu menegaskan.

Sementara mengenai judul film ‘Sang Pencerah’, Hanung mengaku bahwa judul tersebut tercetus langsung dari lambang Muhammadiyah yakni matahari sebagai pencerah.

Menurutnya lambang tersebut tak ubahnya seperti peran KH Ahmad Dahlan yang menjadi pendiri Muhammadiyah sekaligus sebagai pendobrak pada jamannya. “Yang pasti KH Ahmad Dahlan adalah pencerah bagi umat Muhammadiyah,” tukasnya.

Di kesempatan yang sama, Lukman Sardi yang memerankan tokoh KH Ahmad Dahlan juga menyatakan bahwa film ‘Sang Pencerah’ menantang generasi muda untuk melakukan sesuatu yang besar bagi kaumnya.

“Film ‘Sang Pencerah’ bisa menjadi ajang introspeksi bagi generasi muda yang berusia 21 tahun, apa yang sekiranya telah mereka lakukan khususnya bagi kaumnya dan bangsanya,” jelasnya.

Tentang perannya di film tersebut, tokoh watak tersebut menyatakan untuk memerankan seorang tokoh seperti KH Ahmad Dahlan memang cukup berbeda, khususnya dalam hal mempelajari karakter sejati tokoh cendekiawan muslim tersebut.

“Meski secara teknis tak ada perbedaan yang menonjol, tapi saya harus banyak belajar tentang karakter KH Ahmad Dahlan dalam kesehariannya melalui berbagai sumber,” tuturya yang banyak mendapat pengetahuan dari buku karya murid KH Ahmad Dahlan yaitu H Sujak.

Dalam kesempatan yang lain, Artis Joshua yang non muslim mengungkapkan bahwa ia rela belajar mengaji demi memenuhi tuntuan main film Sang Pencerah, KH Ahmad Dahlan.

“Aku jadi murid dari Ahmad Dahlan yang nge-fans sama guru, murid yang paling nyeleneh. Tapi tetap apa adanya, ” ungkap Joshua Jakarta Pusat.

Lebih dari itu, Joshua yang mengaku total berakting, mau belajar mengaji demi perannya meskipun ia beragama Kristen.

“Ya, sama Mas Hanung dikasih guru ngaji, karena ada adegan ngaji. Saya sih nggak keberatan dan tersinggung karena nggak dosa juga, masa berlajar ngaji dosa?” paparnya.

Tak takut dengan anggapan negatif orang? “Ini ya cuma peran aja. Walaupun saya nonmuslim yang penting saling menghargai saja,” paparnya.[] Rifa’i

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.