Jakarta, HMINEWS.COM-  Putri kesayangan Anwar Ibrahim, Nurul Izzal Anwar melakukan lawatan politik di Jakarta selama tiga hari (3-5/8). YB Nurul bertemu dengan beberapa tokoh muda. Beliau bertemu dengan Anies Baswedan (Rektor Paramadina), Yenny Wahid (Putri Almarhum Gus Dur), dan M. Chozin Amirullah (Ketua Umum PB HMI).

YB Nurul yang mendapat julukan Putri Reformasi tersebut juga mengunjugi beberapa kantor media seperti Kompas, Tempo, dan Jakarta Globe. Tempo bahkan sempat membuat wawancara khusus dengan Nurul untuk dimuat di medianya. Ia datang ke Indonesia didampingi rekannya sesama politikus muda dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia, Nik Nazmi.

Ketika bertemu dengan Anies Baswedan, Nurul menyampaikan keterkesannya dengan program-program yang dibuat olehnya. Nurul terkesan oleh konsistensi Anies untuk tidak segera tergoda masuk dalam ranah wilayah politik praktis sebagaimana tokoh-tokoh muda yang lainnya.

Nurul terkesan dengan program Indonesia Mengajar yang dipimpin oleh Anies. Menurutnya program tersebut sangat bermanfaat untuk memacu percepatan pendidikan bagi kaum terpinggirkan di Indonesia. program Indonesia mengajar adalah program pengiriman tenaga pengajar fresh graduate ke beberapa lokasi terpencil di Indonesia.

YB Nurul juga bertemu dengan Yenny Wahid di kantor redaksi kompas. Pertemuan itu layaknya seperti reuni, karena kedua tokoh perempuan tersebut adalah sahabat sejak lama. Keduanya adalah sama-sama putri dari tokoh bangsa di negaranya masing-masing. Nurul adalah putri penggerak reformasi Malaysia, Anwar Ibrahim dan Yenny adalah putri penggerak reformsai Indonesia, almarhum Abdurrahman Wahid.

Foto: Chozin, Qusthan, Nurul

Rabu malam (4/8), Nurul melakukan pertemuan dengan ketua umum PB HMI, M. Chozin Amirullah. Dalam pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam tersebut, Nurul banyak menanyakan tentang kondisi pergerakan kaum muda di Indonesia. Bagi Nurul model pertrainingan HMI adalah suatu contoh model perkaderan yang bisa menjadi referensi untuk menggerakkan kaum muda di Malaysia. [] lk