Pendidikan Karakter

HMINEWS.COM- Pemerintah mencanangkan pendidikan karakter untuk memperbaiki kurikulum pendidikan Indonesia. Konsep kurikulum ini dianggap sebagai alternatif mengatasi buruknya kondisi pendidikan. Tapi sesungguhnya konsepsi ini bukan sesuatu yang baru. Bahkan bisa dikatakan pendidikan karakter sebenarnya produk lama. Mengapa? Karena selama ini dalam beberapa mata pelajaran seperti agama, Pancasila dan kewarnegaraan sudah terkandung pendidikan karakter.

Masalah yang timbul sebenarnya, lebih bekisar metode mengajar pendidikan. Selama ini pendekatan pendidikan masih berorientasi menghapal. Anak Indonesia belum mengakar penanaman kesadaran beragama. Tak heran pendidikan agama hanya sekedar seremonial, mengejar nilai dan menghapal. Kondisi serupa ditemukan pada pendidikan Pancasila dan kewarnegaraan.

Ratna Megawangi, aktivis pendidikan karakter mengkritik kelemahan itu. Beliau menegaskan, karena orientasinya untuk mendapatkan nilai bagus maka perubahan perilaku tidak berjalan. Ada kesenjangan antara pengetahuan moral dan perilaku.

Pemerintah perlu memperhatikan pendidikan karakter menghasilkan perubahan perilaku. Sehingga hasilnya tidak hanya menghasilkan anak cerdas, tapi lemah secara moral dan etika.  Seperti harapan Anhar Gonggong, hasil pendidikan karakter seharusnya tidak hanya manusia terdidik tetapi juga tercerahkan. [] Inggar Saputra