HMINEWS.COM- Menyedihkan sekali nasib 2 siswi Sekolah Dasar Negeri 1 Sukomulyo, Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim),Ica Nur Safitri dan kakaknya Karlina Saradevi,  hanya karena belum melunasi biaya daftar ulang, keduanya tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolah karena dipulangkan gurunya.

Sumirah (45) Ibu kedua siswi itu menuturkan, ia tidak mampu membeli Lembar Kerja Siswa (LKS), dan keperluan buku lainnya sebesar Rp 660 ribu. Rinciannya, Ica Nur Safitri yang kelas dua dibebani biaya Rp 330 ribu. Karlina Saradevi yang kelas empat diwajibkan membayar daftar ulang Rp 330 ribu oleh pihak sekolah.

“Senin kemarin, setelah upacara anak saya dipulangkan oleh gurunya karena saya tidak mampu melunasi biaya daftar ulang,” kata warga Jalan Kerang Raya Tepen Baru, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Selasa (3/8/2010).

“Apa tidak ada cara lain. Saya mau daftarkan anak saya ke SDN Yosowilangun atau Manyar saja,” kata Sumirah.

Dia mengemukakan, Baron suaminya hanya bekerja sebagai pemulung barang bekas di Kabupaten Lamongan. Baron pulang 2-3 pekan sekali dengan penghasilan Rp 200 ribu. Untuk menopang kebutuhan keluarganya, Sumirah bekerja sebagai pemungut sampah di Perum Gresik Kota Baru (GKB) dengan gaji Rp 350 ribu sebulan dan sorenya membantu salah satu perusahaan katering dengan gaji Rp 400 ribu.

Dengan penghasilan sebesar itu, Sumirah dan Baron harus membesarkan sembilan putra-putinya. Ica Nur Safitri adalah putri kelima dan Karlina Saradevi adalah putri keempat. Kedua putrinya masih membantu ngamen sepulang sekolah di kawasan pertokoan Ramayana, Tlogopojok, Kecamatan Gresik dengan penghasilan Rp 15 ribu per hari.

“Pulang sekolah pukul 12.00 WIB saya membantu orang tua dengan ngamen sampai pukul 16.00 WIB. Karena sepulang ngamen saya harus mengaji,” ujar Karlina Saradevi.

Guru Agama SDN Sukomulyo 1 Ainul Maarif yang dikonfirmasi menegaskan, bahwa sekolah belum mengeluarkan kedua siswi miskin tersebut. Namun, pihak sekolah berharap orang tua ikut membimbing keduanya, hingga benar-benar menjadi siswa yang baik. “Kami akan menampungnya lagi,” katanya.

Sedangkan, Camat Manyar, R Andhi Wijaya yang dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan. Namun ia berjanji segera mengatasi persoalan itu. “Saya ingin anak itu tetap sekolah. Saya akan memfasilitasi untuk pertemuan dengan pihak sekolah,” tuturnya.[]rimanews.com ach/surya