Asahan, HMINEWS.COM-  Puluhan massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara melakukan aksi unjuk rasa menentang listrik secara tidak beraturan oleh PLN.

Aksi dimulai dari Tugu Kota di Jl. HOS Cokroaminoto dengan konvoi motor oleh belasan aktivis HMI-MPO Asahan. Saat konvoi, puluhan masyarakat yang bersimpati dengan mahasiswa kemudian bergabung dan melanjutkan sampai kantor PLN setempat yang terletak di Jl. Listrik.

Menurut Koordinator aksi, Kemal Abdullah, aksi tersebut dilakukan karena PLN seenaknya saja melakukan pemadaman listrik tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

“Hal tersebut berlangsung sejak tahun lalu. Tahun lalu kami aksi dengan tuntutan yang sama dan sebanyak 13 orang dari kami ditangkap”, ungkap salah seorang demonstran yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Setelah melakukan orasi di depan gedung PLN, perwakilan massa akhirnya diterima oleh perwakilan dari PLN Asahan, Marpaung. Marpaung menjelaskan bahwa pemadaman yang dilakukan karena ada gardu PLN yang terletak di Sentang terbakar.

Menanggapi jawaban tersebut, Kemal menyanggahnya. “Dari dulu alasannya selalu sama, tahun lalu ketika kami aksi, mereka juga memberikan alasan yang sama, gardu rusak”, kata Kemal.

Setelah bertemu dengan perwakilan PLN, massa kemudian membubarkan diri sambil memberikan ancaan jika PLN tidak menepati janjinya untuk kondisi PLN, mereka akan melakukan aksi lagi yang lebih besar. [] lk