Kau jadikan dirimu menjadi tempatku yang sejuk, rindang
Seperti surgaku, kau membuat diriku menjadi besar, kuat
Yang bisa mengolah dirimu menjadi lahan garapan
agar generasiku bisa meneruskan tugas dimasa yang akan datang

Oh….., bangsaku kau pelita dalam hidupku
Dulu kau dihargai, dipercayai
Sekarang kau seperti diterpa angin kencang
Rasanya jasa – jasamu sirna ditelan bumi

Lihat!…., wahai pemimpin bangsa,
yang kalian telah semena – mena kepada rakyat jelata
rakyat sudah lama menderita
sampai mereka mengais – ngais uang dijalan –jalan
ataupun mencuri, menodong, dll

dalam keseharian mereka hanya senang tuduh – menuduh, hina – menghina, dll
Lihatlah rakyatmu sedang menangis karena kelaparan, kemsikinan,
Dan kekejaman yang kau perbuat
Karena ketidak keseimbangan antara si miskin dan si kaya,
Antara pemimpin bangsa dan rakyat,

Aku bersama rakyatmu rindu akan kembali kau seperti dulu kala
Agar tidak terjadi ketidak keseimbangan antar elemen bangsa!

Khairul Anwar

Mahasiswa Fakultas Agama Islam

Univeristas Muhammadiyah Yogyakarta