Mahasiswa dan Kemerdekaan

Sumatera Utara, HMINEWS.COM- Demi tegaknya hukum dan keadilan, ratusan  mahasiswa  yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mandailing Natal, Sumatera Utara, berunjuk rasa di kuburan yang tidak jauh dari sekretariat para demonstran.

Demontrasi ini sekalian memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 65 Selasa (17/8), kuburan dipilih sebagai tempat demonstrasi karena pejabat negeri ini sudah tuli dan buta hatinya, kuburan juga sebagai simbol keprihatinan mahasiswa kepada penegak hukum yang sudah mati rasa.

Menurut Mahasiswa, hukum di Indonesia, khususnya di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, belum merdeka atau belum bebas dari penjajah yaitu  mafia hukum. M.Ridwan, yang  juga Ketua Umum PMII Mandailing Natal, menilai kalau  saat ini para penegak hukum baik itu jaksa dan polisi menjadi sorotan publik karena terkesan  tebang pilih dalam menegakkan hukum di Kabupaten Mandailing Natal.

Salah satu kasus yang saat ini menjadi sorotan masyarakat Mandailing Natal adalah  kasus narkoba yang diduga melibatkan anak pejabat Pemkab, pasalnya baru-baru ini polisi menggrebek  salah satu tempat pesta narkoba dan menangkap para pelaku lengkap dengan barang bukti, di mana salah satu pelakunya diduga  anak Pejabat, tapi tanpa alasan yang jelas para pelaku kembali dilepas dengan status saksi korban, meski sudah positip mengonsumsi ganja melalui tes urin. “Selain itu, barang bukti ganja yang sudah  rilis  disitus  Polda Sumut diralat seminggu kemudian,” jelas Ridwan

Kemana kami harus menyuarakan aspirasi kami lagi, dan dengan kondisi seperti ini akhirnya kami memilih kuburan sebagai tempat pengaduan. []ham