HMINEWS.COM, Majene- Rencana DPR untuk pembangunan  rumah aspirasi bagi setiap anggota DPR terus menuai kritik dan protes dari masyarakat, pasalnya dana yang dibutuhkan  cukup besar belum lagi  kinerja DPR yang suka bolos.

Menyikapi hal tersebut, Rabu (4/8/10/) Sejumlah elemen gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Mandar Majene Indonesia, Sulawesi Barat berunjuk rasa sambil membentangkan poster di depan halaman kantor DPRD setempat, Mahasiswa menolak keras rencana dana pembangunan rumah aspirasi DPR.

Menurut Muhammad Arsyad, selaku koordinasi aksi mengatakan usulan dana pembangunan rumah aspirasi yang menelan biaya hampir Rp. 112 milyar per tahun merupakan pemborosan. tidak layak anggota DPR mendapatkan dana tersebut di saat masyarakat masih hidup dalam kemiskinan.

Mahasiswa menilai dana sebesar itu lebih bermanfaat untuk kebutuhan warga. Maklum, mereka kini tengah terbelit kesulitan hidup, mulai dari mahalnya harga sembako hingga tarif listrik, seharusnya anggota DPR lebih fokus dalam menyuarakan aspirasi masyarakat, misalnya DPR harus membatalkan kenaikan Tarif Dasar Listrik

Bukan hanya Mahasiswa, anggota DPRD Majene sangat sepakat atas penolakan itu.  Darmansyah, Ketua Komisi I DPRD Majene sangat sepakat dengan usulan mahasiswa untuk menolak dana aspirasi terbut, karena dana itu tidak murni untuk rakyat, tapi lebih kepada kebutuhan anggota DPR untuk pemilu.

Mahasiswa akan terus melakukan unjuk rasa serupa. Mereka bersikukuh menolak usulan dana pembangunan rumah aspirasi, itu sama artinya korupsi berjamaah yang di legalisasi. [] Qian