HMINEWS.COM- Tak ada yang salah dengan kebijakan konversi energi dari minyak tanah ke gas, kebijkan tersebut sudah tepat, demikian di katakan presiden SBY kamis (5/8/2010) di Istana Bogor saat membuka rapat kerja nasional ketiga.

Tetapi disaat bersamaan dengan pernyataan presiden SBY, elpiji kembali meledak, tepatnya di Desa Tanggung, Dusun Ploso, Kecamatan Padang, Lumajang, Jawa Timur, 2 rumah hangus terbakar akibat ledakan elpiji, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Ledakan di duga akibat kesalahan manusia (human error), pemilik rumah, sinu belum memahami bagaimana menggunakan kompor gas, karena dalam olah TKP, polisi menemukan posisi gas sangat dekat dengan tungku pembakaran.

Berdasarkan data yang dimiliki HMINEWS.COM  selama 2009-Juli 2010 setidaknya telah terjadi beberapa kali ledakan gas,  antara lain :

– Selasa 13 Juli 2010 sekitar pukul 05.00 WIB. Ledakan terjadi di Kampung Kalimati RT 13/3, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkarang, Jakarta Barat. Selain rumah hangus terbakar, kejadian ini mengakibatkan ibu dan anak, Samani (35 tahun) dan Arjun (14 tahun), menderita luka bakar.

– Selasa 13 Juli 2010 pukul 04.30 WIB. Ledakan tabung gas berukuran 12 kilogram terjadi di tempat usaha katering Jalan Puri Mutiara 2 A, RT 9/11, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Ledakan tabung terjadi karena rumah itu terbakar terlebih dulu.

– Minggu 11 Juli 2010. Tabung gas milik seorang warga Kampung Wangun, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, meledak. Kejadian ini melukai tiga orang serta membakar dua bangunan.

– Sabtu 10 Juli 2010. Tabung gas ukuran 12 kilogram meledak di Jalan Kerinci, Perumnas III, Kelapa Dua, Tangerang. Akibatnya suami istri pemilik rumah menderita luka bakar.

– Kamis 24 Juni 2010 pukul 14.30 WIB. Ledakan akibat kebocoran tabung gas ukuran 12 kilogram terjadi di dapur rumah makan Lapo Amelia di Jalan Raya Pramuka, Matraman, Jakarta Timur.

– Jumat 18 Juni 2010. Ledakan tabung gas terjadi di Jalan H. Jawahir, No 132 Rt 17/06, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Kasus ini tergolong fatal karena selain memporak-porandakan rumah, juga menewaskan dua warga.

– Sabtu  16 Juni 2010 sekitar pukul 05.00 WIB. Ledakan tabung gas ukuran 12 kilogram terjadi di Kampung Binong, Rt 02/03, Kelurahan Binong, Kecamatan Binong, Kabupaten Tangerang. Akibatnya, bocah bernama Amel, 5 tahun, meninggal.

– Senin 26 April 2010 sekitar pukul 10.00 WIB. Ledakan hebat dari tabung gas ukuran 3 kilogram terjadi di Komplek UK Rt 6/4, Ancol, Pademangan Jakarta Utara. Akibat 30 rumah penduduk hangus terbakar.

– Minggu 25 April 2010 sekitar pukul 05.00 WIB. Ledakan tabung gas terjadi di rumah warga di Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat.

– Sabtu 17 April 2010 sekitar pukul 09.00 WIB, sebelas warga sampai terluka akibat terkena dampak ledakan tabung elpiji di pemukiman Jalan Mulia RT 02/01, Cempaka Baru, Jakarta Pusat.

–  Senin 8 Februari 2010 pukul 04.30 WIB. Ledakan tabung gas terjadi di warung nasi uduk di RT 14/RW 04 Jalan Satria, Jelambar, Jakarta Barat. Akibatnya, dua warga terluka.

– Rabu 3 Februari 2010 siang. Ledakan tabung gas terjadi di Restoran Tom Yuan Corner, di lantai VII, food court ITC Mangga Dua, Jakarta Utara.

– Kamis 17 September 2009 sore. Ledakan tabung gas terjadi di Gang Karya Lima, RT 14 RW 03, Gandaria Utara Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Akibatnya, sedikitnya 20 rumah warga terbakar.

– Senin 13 Juli 2009 sekitar pukul 08.00 WIB. Ledakan tabung gas ukuran 25 kilogram terjadi di restoran Soto lamongan, Jalan Kedoya Raya Nomor 12, Jakarta Barat.

Oleh karena itu ngak salah dunk dalam rapat koordinasi nasional PDI Perjuangan Megawati mengkritik kebijakan konversi  dengan mengatakan  “Ngurus gas 3 kg saja kok kayaknya susah banget. []ham