Tama S Langkun dibesuk Presiden SBY

Jakarta, HMINEWS.COM- Kedatangan beberapa tokoh nasional serta presiden SBY membesuk Aktivis ICW korban kekerasan orang yang tidak dikenal, Tama S Langkun beberapa waktu yang lalu bukan merupakan suatu jaminan kalau kasus ini akan segera tuntas, pasalnya  lebih dari satu bulan kasus kekerasan terhadap aktivis belum juga tuntas bahkan sampai saat ini pengusutan kasus tersebut berjalan di tempat alias tidak jelas.

Lambatnya penanganan kasus hukum  tersebut, mendapat protes dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Mereka menilai dan sepakat  mendesak Polri untuk segera mengusut kasus kekerasan terhadap Tama, demikian dikatakan ketiganya dalam pernyataan sikap yang disampaikan Minggu (22/8) di Jakarta.

Tidak hanya kasus hukum Tama, mereka juga meminta polri untuk segera mengusut tuntas kasus pelemparan bom molotov di kantor majalah Tempo bulan lalu, ujar Haris Azhar dari Kontras di kantor ICW, Jakarta.

Sebenarnya ICW dan Tempo telah berupaya bersikap kooporatif dalam membantu polri dalam melakukan penyidikan terkait kasus tersebut, tapi hingga saat ini polri juga belum mampu menemukan pelaku di balik kejadian tersebut, hal ini jelas sangat memalukan, oleh karena itu kami meminta polri untuk lebih serius lagi dan terbuka dalam menjelaskan kasus ini kepada publik, kata Haris.

Sebagaimana yang diberitakan, pada bulan juli lalu aktivis ICW, Tama S Langkun dianiaya oleh orang yang tidak dikenal usai menyaksikan pertandingan piala dunia dini hari tepatnya di daerah Duren Tiga, Jakarta, sedangkan kasus pelemparan bom molotov ke kantor majalah tempo diduga terkait dengan  cover majalah mingguan Tempo awal Juli lalu  yang berjudul ‘Rekening Gendut Perwira Polisi”. sampai saat ini kasus tersebut belum terungkap alias jalan di tempat. [] qian