USA

HMINEWS.COM- Presiden Obama pada hari Minggu dikaitkan desas-desus terus-menerus tentang iman dan tentang tempat kelahirannya ke jaringan “misinformasi” yang katanya ada di era media baru saat ini.

“Saya tidak bisa menghabiskan seluruh waktuku dengan sertifikat lahir saya menempel di dahi,” kata Obama dalam sebuah wawancara di New Orleans. “Fakta adalah fakta dan begitu, bukan sesuatu yang bisa saya pikir akan menghabiskan seluruh waktuku untuk mengkhawatirkan. Dan saya tidak berpikir orang-orang Amerika ingin saya menghabiskan semua waktu saya untuk mengkhawatirkan tentang hal itu.”

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan CBS News pada bulan April ditemukan bahwa 20 persen orang Amerika percaya presiden lahir di luar Amerika Serikat.

Sementara itu, sebuah jajak pendapat Pew Research Center dirilis awal bulan ini menunjukkan bahwa 18 persen orang Amerika mengatakan mereka salah berpikir Obama adalah Muslim. 43 persen lainnya mengatakan mereka tidak tahu agama presiden, sementara hanya 34 persen benar mengatakan dia adalah seorang Kristen.

Keyakinan Obama terus gunjingkan akhir-akhir ini, ketika Glenn Beck, dalam siaran Fox News, menantang ” Presiden versus Kekristenan”. Beck pada hari Sabtu menarik hampir 100.000 orang ke National Mall untuk menarik simpati masyarakat konservatif dengan isu ras dan agama.

Seperti inilah cermin Negara demokrasi yang ternyata sangat kental dengan gesekan SARA. Apalagi yang bisa diharapkan dari Negara seperti itu, sebuah Negara yang tak pernah bisa menerima perbedaan, sebuah Negara tertinggal.[]OMG