NU - MUHAMMADIYAH Organisasi Islam Terbesar di Indonesia

Jakarta, HMINEWS.COM- Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia harus memiliki langkah-langkah yang konkrit dalam  memerangi korupsi, pasalnya korupsi telah membuat bangsa ini makin miskin dan  kaya makin kaya, oleh karena itu sebagai langkah yang cukup konkrit,  NU – Muhammadiyah diminta untuk mengkafirkan koruptor.

Demkian dikatakan Sekjen Katib ‘Am Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Malik Madany dalam peluncuran buku ‘Koruptor itu Kafir’ Rabu (18/8) di Jakarta.

Malik menilai NU dan Muhammadiyah  wajib hukumnya  mengutuk korupsi, dimana Kutukan tersebut harus disesuaikan dengan pedoman organisasi (NU dan Muhammadiyah). Jadi koruptor itu harus dikafirkan,” ucap Malik

Keterlibatan NU dan Muhammadiyah dalam memerangi korupsi belum sampai pada tahap mengkafirkan para koruptor, karena Kedua organisasi ini belum berani menyebut kalau koruptor sebagai kafir dalam arti kaidah, melainkan  hanya sebatas kufur nikmat.”

Pengertian Kafir menurut  Malik adalah  kafir dalam arti biasa dan ini semata-mata untuk para koruptor, karena dalam kaidah Islam,  kafir dikenal ada 2 yaitu kafir berat sesuai dengan kaidah dan  kafir khoffi atau samar-samar. Harusnya para koruptor digolongkan sebagai kafir berat. “Karena (Koruptor) menganggap harta sebagai Tuhan, walau secara tidak sadar,” tegas  Malik

Disisi lain, Malik juga mengatakan bahwa jasad para koruptor tidak perlu disalatkan oleh para ulama, melainkan  dilakukan oleh  orang biasa saja, karena para ulama adalah para pewaris nabi, cukuplah semacam Banser atau garda bangsa yang mensholatkan jasad para koruptor, Kata Malik. [] qian