Abu Bakar

Makasar,HMINEWS.COM- Penolakan serta kecaman atas penangkapan Ustad Abu Bakar Baasyir oleh Mabes Polri melalui unit Densus 88, terus bermunculan.  Kali ini kecaman serta penolakan datang dari Aliansi Mahasiswa Makassar Peduli Abu Bakar Baasyir, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (13/8).

Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya dari Aliansi Mahasiswa Peduli Abu Bakar Ba’asyir turun kejalan mengutuk sikap pemerintah yang pro pada asing, mereka juga  mengutuk pemerintah yang terkesan didikte oleh Amerika Serikat terkait dengan penangkapan Abu Bakar Ba’asyir.

Menurut Sufirman, koordinator aksi menilai penangkapan Abu Bakar Baasyir  melahirkan banyak pertanyaan. “Apakah benar ustad Abu Bakar Baasyir benar-benar terlibat tindakan teroris seperti yang dituduhkan? atau apakah ini merupakan ‘roadmap’ kontra-terorisme yang diemban oleh pemerintah SBY?,”

Demonstran menuding penangkapan Baasyir didasarkan pada  pesanan AS yang tak pernah senang  melihat perkembangan agama Islam maju pesat di Indonesia. Karena itu mereka menjadikan Baasyir sebagai kambing hitam. “Islam tak perlu divonis dan menjadi kambing hitam semua problematik di negara kita. Ini adalah sebuah kong kalikong dengan kapitalis yaitu Amerika,” tegasnya.

Usai berorasi mereka membakar bendera AS berukuran 2 x 1 yang mereka bawa. Selain itu, spanduk sepanjang empat meter dengan gambar lambang AS beserta foto Obama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipajang dengan tulisan ‘aktor intelektual rekayasa terorisme’.

Mereka juga meminta agar Baasyir segera dibebaskan dan meminta agar Ito Sumardi kepala Densus 88 yang dianggapnya semena-mena dan melanggar hak asasi manusia segera dicopot dari jabatannya. []ham