http://sgstb.msn.com/i/E8/4E5A8F9DA57A53EEEC31DB543964D.jpg

HMINEWS.COM – Pada akhir bulan lalu, pers mempublikasikan protes artis kawakan Pong Harjatmo, dan kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali mendapat sorotan tajam dari masyarakat luas. hal itu dipicu oleh rendahnya tingkat kehadiran para anggota DPR di rapat-rapat dewan.

Persoalan mengenai tingginya tingkat kemalasan anggota DPR seakan menjadi isu yang selalu berulang pada setiap periode. Padahal, DPR memiliki target merampungkan 70 rancangan undang-undang pada tahun ini. Namun, sampai pertengahan tahun ini, baru lima rancangan undang-undang yang berhasil diselesaikan.

Pong melakukan aksi corat-coret di atap Gedung Kura-kura DPR. Menggunakan cat semprot, Pong menuliskan kritiknya, ‘Tegas, Jujur, Adil’.

Aksi itu menggegerkan semua pihak, tak hanya anggota dewan tapi juga masyarakat Indonesia. Banyak yang mendukung aksi itu, namun banyak pula yang mengkritik tindakan Pong.

“Kita harus melihat sisi positifnya, anggota DPR jangan tipis kuping dengan aksi itu,” kata anggota DPR, Ruhut Sitompul.

Sebagai artis kawakan, Pong cukup terkenal di Indonesia. Maka itu, ketika Pong berhasil memanjat atap gedung, semua terheran-heran.

“Tidak mudah memanjat ke atas, karena pada saat tahun 1998 saya pernah lakukan itu (demo reformasi), apalagi mengingat usia Mas Pong yang tidak muda lagi,” canda salah satu wakil ketua DPR, Pramono Anung saat menerima Pong setelah kejadian itu.

Setelah heboh berita soal Pong, lagi-lagi DPR geger. Senin siang (2/8) tiba-tiba saja komputer informasi DPR yang terletak di depan ruangan wartawan yang biasanya tampil dengan situs www.dpr.go.id tiba-tiba terpampang halaman situs porno.

Kejadian ini awalnya diketahui oleh wartawan yang kebetulan memang berada di dekat komputer itu dan kemudian melaporkanya kepada petugas pengamanan dalam (pamdal) DPR. Pamdal yang langsung turun ke lapangan mencoba menutup situs itu tapi tidak bisa.

Situs itu mejeng lebih kurang 10 sampai 15 menit. Pihak Pusat Pengkajian dan Pengelolaan Data dan Informasi (P3 DI) yang bertugas sebagai ahli IT langsung menelusuri siapa yang coba-coba iseng dengan komputer itu.

“Yang jelas ini bukan di-hack, tapi ada orang yang usil saja,” kata tenaga ahli P3 DI Andi Mardinsyah.

Kontroversi dari gedung dewan tidak hanya sampai situ. Setelah sempat menuai kontroversi soal rencana pembangunan gedung baru bernilai triliunan serta dana aspirasi, kini Badan Urusan Rumah Tangga DPR mengusulkan ide untuk membuat rumah aspirasi senilai RP 200 juta per orang bagi 560 Wakil Rakyat.

Rumah aspirasi disebut-sebut akan jadi sarana masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya kepada anggota dewan yang terhormat itu. Namun usul ini tak sepenuhnya disepakati para Wakil Rakyat. Pun demikian dengan warga.

Penyaluran aspirasi bisa menggunakan struktur yang ada tanpa memerlukan saluran baru yang notabene mengeluarkan dana besar. Munculnya gagasan rumah aspirasi dinilai pengamat politik rawan korupsi dan kental dengan politik uang. Uang Rp 122 miliar yang dianggarkan sebaiknya untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan, atau asuransi kesehatan si miskin.[]

Thomi
thomi@beta123.hminews.com