Presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama

Washington,HMINEWS.COM- Dalam Acara buka puasa bersama dengan kalangan muslim Amerika, Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama mendukung penuh atas pembangunan mesjid dekat lokasi serangan 9/11 di New York, Amerika Serikat, dukungan tesebut didasarkan pada kebebasan dalam memeluk dan menjalankan Agama, demikian di tegaskan Obama dalam acara buka puasa bersama kalangan muslim Amerika Jumat (12/8) di Gedung Putih, Amerika Serikat. namum dukungan tersebut menuai kontroversi.

Menurut Obama “Sebagai warga negara, dan sebagai presiden, saya meyakini bahwa ummat Muslim memiliki hak yang sama untuk melaksanakan keagamaan mereka seperti orang lain di negara ini,” dimana ini termasuk dalam hak untuk membangun tempat peribadatan dan pusat komunitas pada properti swasta di Manhattan, sesuai dengan undang-undang setempat dan tata cara.”

Ini merupakan pernyataan pertama Obama mengenai pembangunan pusat peribadatan Muslim dan antaragama di dalam bangunan yang terletak hanya beberapa blok dari tempat serangan 11 September 2001.

Obama mengakui bahwa tempat di mana gedung kembar World Trade Center berada masih berdiri sisa-sisa “tempat bersejarah,” dan bahwa serangan 2001 “adalah peristiwa yang sangat traumatis untuk negara kita.” Tapi, kata Obama, nilai-nilai Amerika menghendaki semua kelompok keagamaan diperlukan sama dan jujur.

“Ini adalah Amerika, dan komitmen kami kepada kebebasan keagamaan hendaknya tidak tergoyahkan. Prinsip bahwa orang dari semua pemeluk keagamaan disambut di negara ini, dan tidak akan diperlakukan berbeda oleh pemerintah mereka, itu adalah penting bagi siapapun kita.”

Obama juga mengakui, rasa sakit dan penderitaan orang-orang yang kehilangan orang yang dicintai adalah tak terbayangkan. Tetapi dia meminta kepada rakyat Amerika untuk “Selalu ingat siapa yang kita lawan, dan apa yang kita perjuangkan.”

“Semua itu disebabkan oleh Al Qaida, bukan oleh Islam – itu adalah penyimpangan kotor bagi Islam,” kata Obama. “Dalam kenyataannya, Al Qaeda telah membunuh banyak warga Muslim daripada orang-orang dari agama lain. Dan bahwa daftar korban serangan 9/11 termasuk warga Muslim yang tak bersalah.”

Sebelumnya Dewan Kota Praja New York telah menyetujui rencana untuk membangun gedung Manhattan menjadi sebuah pusat peribadatan Muslim, dan tempat bagi pertukaran antar-kebudayaan yang disebut “Cordoba House.”

Tapi disisi lain Proyek tersebut menuai kecaman tajam dari banyak pihak. Ada yang menilai, langkah itu melecehkan kenangan 3.000 korban yang tewas dalam serangan tersebut, dimana salah satu kecaman tersebut datang dari tokoh Republik mantan gubernur Alaska Sarah Palin, yang menganggap itu rencana gila-gilaan.

Sementara itu Para pendukung proyek pembangunan tersebut  mengatakan akan membangun hubungan-hubungan antara ummat Muslim dengan kelompok-kelompok keagamaan lain. []dni/Metronews.com