Oleh : Tulus Wijanarko

kata-kata tak lagi bersedia mewakili namamu
karena mereka jijik padamu

selarik senyum tak ikhlas lagi menghiasi mukamu
karena mereka jijik padamu

pada jas wangi dan perhiasan yang gemerincing
di seluruh tubuhmu, pada sepatu kulit dan
tas kerja mengkilap di jok mobil mewahmu,
pada pin yang membuatmu seolah mewakili kami
semua terbaca satu merek:
Jijik.

Jangan engkau dekat-dekat kepada kami
Jangan coba-coba tersenyum kepada anak-anak kami
Menjauhlah dari rumah-rumah sederhana kami,

Karena kami J I J I K kepadamu!