HMINEWS.COM- Panitia seleksi calon pengganti pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) yang terdiri dari 13 tokoh masyarakat yang terkenal akan integritas, kredibilitas dan moralitas masih di ragukan Independesi dan Transparansinya, demikian  dikatakan Defiyan Cori, salah satu peserta Calon seleksi pengganti Pimpinan KPK senin (2/8/10) di Dephumkam Jakarta.

Menurut Defiyan,  selama proses pendaftaran berlangsung, banyak ditemukan keganjalan serta perlakuan diskriminatif, ada beberapa calon pendaftar yang di berikan keistimewaan  (previllege) kepada mereka yang selama ini dikenal sebagai publik figure, hal ini jelas merupakan tindakan koruptif dan diskriminatif.

Kegaduhan politik oleh satu seorang anggota Pansel yang di pinang sebagai  fungsionaris partai politik dan telah beberapa kali mengadakan rapat dalam pembntukan pengurus, maka sangat kuat dugaan bahwa anggota tersebut sudah kehilangan independensi dan obyektifitasnya dalam melakukan proses seleksi, jelas Defian

Menyikapi  hasil seleksi yang telah di publikasikan oleh media, Defian melihat bahwa hasil ini tidak menunjukkan sebuah karya selektif, yang penuh dengan cek dan ricek dari anggota Pansel yang dengan demikin akan megurangi perhargaan publik atas nilai-nilai integritas, kredibilitas dan moralitas mereka.

Jangan jadikan Seleksi ini hanya sebagai formalitas apalagi main-main, kami juga sangat menghargai apaun keputusan dari Pansel serta meminta adanya kaji ulang atas seleksi ini, kata Defian.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Hukum dan HAM, yang juga merupakan ketua Pansel sangat menghargai masukan-masukan dari berbagai pihak terhadap 12 nama yang lolos seleksi, keputusan Pansel sifatnya final, jadi bagi mereka yang tidak lulus seleksi kami mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi saudara, demikian dikatakan Patrialis Akbar, Ketua Panitia Seleksi Pimpinan KPK (Pansel) senin (2/8/10) di Jakarta. []ham