HMINEWS.COM- 1 Oktober 2009 silam Anggota DPR RI dilantik, namun belum genap satu tahun mereka duduk di parlamen sebagai wakil rakyat, kinerja mereka kini mulai dipertanyakan. Jangankan untuk memperjuangakan rakyat serta memenuhi janji kampanye, untuk datang ngantor saja mereka enggan, bahkan saat ini mereka justru saling tuding dan saling lempar kesalahan. Ini jelas tontonan memalukan, dagelan tak lucu dan tak sehat untuk disajikan bagi rakyat kita.

Kecewa mungkin itu yang dirasakan masyarakat kita dan Pong Harjatmo adalah manifestasi kekecewaan rakyat Indonesia. Aksi nekatnya dengan menggoreskan tulisan di gedung mewah nan megah tempat wakil rakyat yang terhormat itu berkumpul merupakan bentuk dari pada akumulasi kekecewaan yang sudah tak terbendung.

Jujur, Adil dan Tegas tiga kata yang menggandung makan mendalam, itulah harapan dari pada masyarakat kita, bahwa mereka mengingkan pemerintahan ini bertindak dan bersikap jujur, adil dan tegas. Hal ini jelas bahwa selama ini pemerintah kita belum mampu mengimplematasikan tiga kata tersebut dalam menjalankan pemerintahannya.

Lalu apa lagi yang bisa rakyat harapkan dari mereka, karena hari ini saja rakyat terlanjur kecewa dan tidak lagi percaya. Dilegetimasi inilah realitas republik ini, pertanyanya masihkah perlu negara ini tetap ada. Negara yang terbentuk dengan sejarahnya yang panjang, perjuangan serta tumpah darah. Karena ternyata keberadaan negara yang seharusnya menjaga, melindungi dan memenuhi hak-hak rakyatnya tak bisa dijalankan.

Inilah ironi bahwa ternyata kita hidup di dalam negara yang sebenarnya tak ada, Negara ada hanya untuk mereka yang memiliki kuasa ( Pemerintah dan Pemodal ). Persenggamaan kedua elemen tersebut yang pada hari ini melahirkan penindasan, kesengsaraan dan kemiskinan.

Wakil rakyat tak mampu berbuat apa-apa bagi masyarakat begitupun dengan Pemerintah serta lembaga penegak hukum. Ketiga element tersebut hanya menjadi alat bagi kepentingan baik kepentingan pemodal maupun kepentingan dirinya dan kelompoknya. Hanya satu yang bisa pemerintah kita lakukan, bahwa pemerintah begitu pintar dan jago dalam menciptakan kemiskinan, kesengsaran serta penindasan secara sistemik, adil dan merata.

Salam dari kami rakyat Indonesia, untuk Pemerintah. Tanpa tedeng aling-aling kami sebut bahwa anda telah gagal dalam menjalankan amanat rakyat. Untuk itu hanya ada satu kata dari kami, Lawan…Lawan Dan Lawan…[] Ivan