Aksi tolak TDL 29 Juli 2010 di World Bank Jakarta (doc. hminews)

Jakarta, HMINEWS.COM- Gabungan lebih dari 40 elemen gerakan kaum muda dan mahasiswa merencakan untuk melakukan aksi basar-besaran pada hari Sabtu, 7 Agustus 2010 pukul 12.00 WIB di Jakarta. Aksi akan dipusatkan mulai dari perempatan depan gedung Indosat Jl. Thamrin dan akan long march menuju Istana Merdeka.

Selain di Jakarta, aksi tolak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) tersebut juga akan diikuti oleh aksi di 21 kota di Indonesia, diantaranya Bandung, Yogyakarta, Manado, Surabaya, Bitung dan lain-lain. Menurut keterangan dari Mutiara Ika (kordinator lapangan aksi), diharapkan aksi tanggal 7 Agustus tersebut akan menjadi pembuka dari aksi-aksi selanjutnya yang lebih massif.

“Kebijakan pemerintah menaikkan TDL jelas sudah menyengsarakan rakyat. Kebijakan energi yang dilakukan oleh pemerintah sekarang hanyalah menguntungkan segelintir elit yang punya modal saja. Rezim SBY-Boediono adalah antek-atek dari pemodal asing yang tak enggan menjual, menggadaikan keyayaan dalam negeri kita, sementara jutaan rakyat menderita dalam kemiskinan”, demikian salah satu bunyi paragraf pernyataan sikap mereka.

Koordinasi persiapan lapangan nampaknya juga sudah rapih dilakukan. Kamis (5/8) lalu mereka melakukan rapat koordinasi dan konferensi pers di kantor Serikat Pekerja PLN di kantor pusat PLN, Jl. Tronojoyo Jakarta Selatan. Dalam hal ini, selain elemen-lemen gerakan, Serikat Pekerja PLN rupanya juga mendukung aksi. Mereka terang-terang menentang direktur PLN Dahlan Iskan yang dianggap telah mencabik-cabik PLN dan siap menjualnya ke tangan asing.

Beberapa organisasi nampak hadir dalam rapat koordinasi tersebut, diantaranya: SBTPI, PPBI, GESBURI, SP PLN, PEMBEBASAN, HMI-MPO, LMND, IMM, PMII, PMKRI, HIKMAHBUDHI, Repdem, FPPI, SMI, KPOP, Perempuan Mahardika, PPRM, PPI, KPRM PRD, PN PII, KASBI Jakarta, Petisi 28, SEBUMI, dan lain-lain. [] lk