HMINEWS.COM- Beberapa kalangan, khususnya aktivis liberal mengusulkan agar FPI dibubarkan. Di beberapa media memang nampak begitu semarak yang mendukung ide tersebut. Tetapi tidak sedikit yang membelanya. Ketua Umum PB HMI-MPO misalkan,  menolak jika FPI dibubarkan. Sebab selain dinilai tidak produktif ide pembubaran ormas yang anti penyakit sosial itu dinilainya juga tidak solutif

“Pembubaran organisasi itu tidak mudah. Sebab kebebasan untuk berserikat itu dijamin UU. Selain itu dari tinjauan kemanusiaan, pembubaran itu berarti melanggar HAM,” terangya kepada hidayatullah.com (12/8).

Adanya bukti fisik atau pun bukti hukum lainnya yang mengarah bahwa ada oknum FPI melakukan tindak kekerasan juga tidak bisa dijadikan legitimasi FPI itu brutal. Alasan demikian juga tidak cukup kuat untuk membubarkan sebuah organisasi. Akan lebih baik menurutnya jika yang diusut  oknumnya.

“Sekalipun benar ada bukti fisik bahwa tindak kekerasan yang telah dilakukan oleh oknum atau atas nama FPI, pihak berwenang mestinya menelusuri sang oknum. Tidak dengan membubarkan organisasinya,” katanya.

Dibalik isu pembubaran FPI itu yang dipelopori aktivis liberal Ulil Abshar Abdallah, Chozin mencium adanya tendensi kaum liberal yang begitu bersemangat ingin membubarkan FPI. Padahal menurutnya pandangan kaum liberal itu sangat subjektif.

“Mestinya kita objektiflah melihat FPI. jangan kemudian kayak kelompok liberal itu, yang kemana-mana menyudutkan FPI. Dibilang kelompok radikalis, fanatis dan fundamentalis, itu kan gak relevan dan subyektif mereka sendiri,” jelasnya.

Bagi Chozin fenomena FPI ini juga layak menjadi bahan intropeksi pemerintah, khususnya aparat keamanan yang dinilainya kurang peka dan lamban dalam menjalankan tugas-tugasnya melindungi masyarakat dari berbagai macam gangguan-gangguan moral yang meresahkan.

“Ya FPI merazia tempat hiburan malam memang tidak dibenarkan undang-undang. Tetapi kalau aparat kemanan tidak peka dan lamban dalam mengatasi persoalan-persoalan yang menimbulkan keresahan masyarakat, tindakan FPI itu mestinya jadi bahan intropeksi pemerintah, khususnya aparat keamanan untuk menjalankan fungsinya sebagai pengaman masyarakat,” jelasnya.

Hal tersebut dinilai Chozin bukan karena aparat keamanan tidak mengerti tetapi karena memang mental yang cenderung inkonsisten dalam menegakkan hukum.

“Aparat sering angin-anginan, kadang-kadang bergerak cepat tapi sering juga tanpa tindakan. Jadi bukan FPI nya, tapi koreksilah kinerja pihak keamanan agar FPI tidak sampai turun tangan,” katanya. []hidayatullah.com/dni