HMINEWS.COM- Ditemani sejumlah rekannya dari Partai Keadilan,  Nurul Izzah, putri mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim  bertemu dengan jajaran redaksi Kompas yang dipimpin Pemred Rikard Bagun Rabu (4/7/2010) di Jakarta

Nurul tiba di Jakarta, Senin (2/8/2010) dan akan meninggalkan Jakarta, Kamis (5/8/2010). Selama di Jakarta, Nurul sudah bertemu sejumlah tokoh muda, seperti Anis Baswedan dan lain-lain.

Baginya Kompas sudah tidak asing lagi. Dia juga berterima kasih kepada media-media di Indonesia yang telah mendukung perjuangannya.

Ditempat yang sama, Nurul juga dikunjungin Yeny Wahid, putri mantan presiden Alm. Abdurrahman Wahid, bersama Yeni, Nurul banyak berbicara tentang kenangan masa lalu, maklum aja, Yeni dan Nurul sudah lama kenal.

Pembelaan Nurul Izzah pada Sang  Ayah

Terkait dengan kasus yang dituduhkan pada ayahnya, Anwar Ibrahim, Nurul-lah yang menjadi pembela utama sang ayah ketika beliau sedang menghadapi kezaliman oleh rezim penguasa Malaysia. Ayahnya dituduh melakukan sodomi terhadap mantan asistennya Mohd Saiful Bukhari Azlan.

Sampai saat ini proses persidangan terhadap Anwar masih berlangsung sejak Februari 2010 lalu. Rencananya mulai Agustus nanti sidang akan digelar lagi. Sidang sempat tersendat sekitar enam bulan disebabkan oleh ketua tim pengacaranya sedang sakit.

Nurul Izzah yang merupakan anggota parlemen dengan setia selalu menghadiri persidangan ayahnya, bersama ibu dan adik-adiknya. Bagi Nurul, tuduhan sodomi yang dilontarkan kepada ayahandanya adalah konspirasi politik. “Melihat pada fakta-fakta kasus dan laporan medis, saya tak melihat bukti apapun untuk mendukung tuduhan itu. Ini pukulan intervensi politik,” kata wanita berumur 28 tahun itu kepada media asing the Straits Times beberapa waktu lalu[] dni