HMINEWS.COM- Yunus Husein, Ketua Pusat Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mengatakan sampao saat ini belum mengetahui  aliran dana melalui rekening Ustad Abu Bakar Ba’asyir yang mencurigakan rabu (10/8/2010) di Jakarta.

Hal ini dikatakan Yunus terkait dengan dugaan Polri atas sepak terjang Ust. Abu Bakar dalam membiayai kegiatan teroris.

Dimana sebelumnya pihak kepolisian meyakini memiliki bukti keterlibatan Ba’asyir mendanai pelatihan militer di Aceh.

Polisi juga mengatakan bahwa Ba’asyir memiliki peran yang sangat besar untuk dapat menunjuk siapa yang dipercaya melaksanakan tugas memimpin pelatihan militer di Aceh.

Saat ini penyidik Polri telah menetapkan Ust. Abu Bakar Ba’asyir sebagai tersangka  Tindak Pidana Teroris dimana Ust. Abu Bakar dijerat dengan Undang-undang Tindak Pidana Teroris  pasal 14 jo pasal 7 dan pasal 9 atau pasal 11 atau pasal 15 jo pasal 7 atau pasal 13 huruf a, pasal 13 huruf b dan c, dan peraturan pemerintah nomor 15 tahun 2003 tentang tindak pidana terorisme yang ancamnya hukuman mati. [] ham