Tual, HMINEWS.COM-  Tak ada yang tau pasti awal mula mala-petaka tersebut terjadi. Awalnya adalah tawuran antara warga Dusun Mangon dan warga kompleks Banda Eli di Desa Fiditan, Kota Tual, Maluku Tenggara. Menurut menurut informasi warga setempat, Jauhari Lontor dan Tukang Uar, pada Kamis 19 Agustus 2010 sekitar pukul 21.00 WIT, beberapa anak-anak kompleks Banda Eli yang baru pulang melaksanakan sholat tarawih di Masjid Baitul Rahman Dusun Mangon di ganggu oleh beberapa orang pemuda.

Anak-anak yang diganggu pun melapor kepada abang-abang dan orang tuanya di Kompleks Banda Eli. Bentrok pun terjadi ketika warga Banda Eli mendatangi para pemuda tersebut. Semua diluar dugaan, bentrok meluas melibatkan dua kelompok masyarakat setempat. Beberapa rumah Warga Banda Eli yang kebetulan berdekatan dengan warga Dusun Mangon pun hancur kena amuk massa.

Malam itu juga aparat Desa Fiditan bertindak cepat mencegah meluasnya bentrokan. Perdamaian coba dibuat antara kedua kelompok yang bertikai, tetapi keesokan harinya, Jumat, 20 Agustus 2010 sekitar pukul 06.00 WIT, beberapa warga Kompleks Banda Eli menyerang Warga Dusun Mangon dengan senjata lengkap. Alasan penyerangan dikarenakan beberapa motor ikan warga Banda Eli yang berlabuh di pantai Dusun Mangon di bakar malam harinya oleh Warga Dusun Mangon seusai perdamaian.

Ridwan Salamun, wartawan TV swasta yang bertugas di Kota Tual dan Kab. Maluku Tenggara meliput bentrok tersebuttak luput dari hantaman parang dan linggis. Kondisi Kota Tual pagi itu memang hujan deras, sebagian warga masih tertidur dan warga pun menyangka kalau sudah ada perdamain.

Ridwan Salamun setelah dibacok sampai tewas, mayatnya tergeletak dijalan raya Dusun Mangon selama 2 jam, tanpa ada berani mengambilnya. Mayat Ridwan Salamun baru diambil setelah aparat Brimob dan Polres mendatangi lokasi kejadian.

Beberapa rumah warga yang berada disekitar lokasi kejadian hancur berantakan, termasuk rumah Bapak Raja Banda Eli. Minggu, 22 Agustus 2010, sekitar pukul 08.00 WIT Kapolda Maluku beserta jajarannya melaksanakan olah TKP. [] Laporan oleh M. Zen, koresponden HMINEWS di Tual