Ketahuan 'Nyabu' Polisi Terancam Dipecat

Jakarta HMINEWS.COM- Oknum Polisi Departemen Objek Vital Polda Metro Jaya Briptu Hendhy Haridyanto harus mempertanggungjawabkan atas kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 0,88 Gram. Dia harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, tiap Senin.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Kemal Tampubolon SH kemarin, kuasa hukum terdakwa Eko Wahyu Widodo mengajukan keberatan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hanung. Keberatan tersebut diungkapkan oleh Eko, dikarenakan surat dakwaan yang dianggap sangat lemah, tidak jelas dan tidak cermat.

“Tidak hanya itu, dakwaan ini terkesan dipaksakan dan uraian dalam surat dakwaan pun diuraikan dengan tidak jelas,” ujar Eko kepada wartawan, Selasa (24/8/,detikom).

Eko menjelaskan bahwa kesan dipaksakan tersebut dapat dilihat menggunakan Pasal 112 UU No 35 Tahun 2009, yang menyebutkan bahwa seseorang dapat diancaman hukuman jika kedapatan memiliki atau menyimpan narkotika Golongan I tersebut.

“Terkesan mengada-ngada karena JPU hanya mendengarkan keterangan dari satu saksi. Sedangkan minimal untuk kesaksian itu diperlukan dua hingga tiga orang,” tegasnya. Seperti diketahui, Briptu Hendhy Hardiyanto, telah ditahan sejak 10 Maret 2010 karena diduga ikut memiliki narkotika jenis sabu. Selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum akan memberikan tanggapannya dalam sidang yang digelar pada Senin 30 Agustus mendatang.[]AM