Rezim SBY, Utang Indonesia saat ini berjumlah Rp 1.625 triliun

HMINEWS.COM- Pemerintahan SBY-BOEDIONO telah  menandatangani 20 pinjaman baru sejak Januari hingga 30 Juni 2010, yang terdiri dari delapan pinjaman program dan 12 pinjaman proyek.

Menurut data yang dihimpun dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Senin, menyebutkan, delapan pinjaman proyek berasal dari Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA), Badan Pembangunan Prancis (AFD), dan The International Bank for Reconstruction and Development (IBRD).

Dimana Rincian delapan pinjaman program itu adalah Development Policy Loan (VI) dari JICA yang ditandatangani pada 19 Maret 2010 sebesar 9,00 miliar Yen.

Pinjaman untuk Climate Change Program Loan III dari JICA sebesar 27,195 miliar Yen ditandatangani 23 Juni 2010, pinjaman Climate Change Program Loan III dari AFD Perancis sebesar 300 juta dolar AS ditandatangani 17 Juni 2010.

Selain itu, pinjaman Add Financial BOS KITA-School Operation dari IBRD sebesar 500 juta dolar AS ditandatangani 23 Juni 2010, pinjaman untuk Indonesia Climate Change Development dari IBRD ditandatangani 23 juni 2010 sebesar 200 juta dolar AS.

Pinjaman untuk Program Third National Program Community Empowerement Rural dari IBRD sebesar 785 juta dolar AS ditandatangani 9 April 2010.

Pinjaman untuk Program Local Government decentralization Project dari IBRD sebesar 220 juta dolar AS ditandatangani 15 Januari 2010. Terakhir pinjaman untuk Indonesia Infrastructure Finance Facility sebesar 100 juta dolar AS ditandatangani 15 Januari 2010.

Sementara itu 12 pinjaman proyek terdiri dari pinjaman untuk Indonesia Infrastructure Finance Facility dari ADB sebesar 100 juta dolar AS ditandatangani pada 20 Januari 2010, pinjaman untuk Paiton Steam Power Plant dari JBIC sebesar 4,21 miliar Yen ditandatangani pada 26 Maret 2010.

Pinjaman untuk Saguling Electricity Power Rehabilitation dari JBIC sebesar 1,30 miliar Yen ditandatangani 26 Maret 2010.

Pinjaman proyek lainnya adalah pinjaman untuk Regular Solid Waste Management dari JICA sebesar 3,54 miliar Yen ditandatangani 30 Maret 2010.

Pinjaman untuk Third National Program Community Empowerement Urban dari IBRD sebesar 149,98 juta dolar AS ditandatangani 9 april 2010, pinjaman untuk Java-Sumatra Interconnection Transmition (I) sebesar 36,994 miliar Yen ditandatangani 30 April 2010.

Selain itu pinjaman untuk Java-Bali Distribution Improvement Project dari AFD Perancis sebesar 50 juta dolar AS ditandatangani 3 Juni 2010.

Pinjaman untuk 30 unit Airport Rescue and Fire dari Ing Bank Amsterdam Belanda sebesar 13,49 juta Euro ditandatangani pada 11 juni 2010, pinjaman untuk Java-Bali Electricity Distribution dari ADB sebesar 50 juta dolar AS ditandatangani 22 Juni 2010.

Dua pinjaman proyek terakhir untuk Peningkatan Capacity Building Program Lemhanas dari Fortis Bank Spanyol dan institusi lain di Spanyol masing-masing sebesar 3,695 juta Euro ditandatangani 8 Juli 2010 dan 26 Juli 2010.

Pinjaman tersebut tidak termasuk pinjaman untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk keperluan pertahanan dan keamanan dan Polri. [] Antara/ham

Outstanding Utang Pemerintah, 2001-2010

(Miliar US$)

2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
20081)
20092)
20103)
Bilateral4)
35.16
40.37
46.19
46.48
42.16
41.07
41.03
44.28
41.27
40.77
Multilateral5)
20.68
20.61
19.98
19.48
18.78
18.84
19.05
20.34
21.53
21.41
Komersial6)
2.41
2.20
2.19
2.17
1.82
2.01
2.08
1.98
2.15
2.98
Suppliers6)
0.48
0.39
0.37
0.29
0.17
0.11
0.08
0.09
0.07
0.06
Lain-Lain6)
0.17
0.17
0.17
0.17
0.17
Total
58.90
63.74
68.91
68.59
63.09
62.02
62.25
66.69
65.02
65.22

Catatan :

  1. Angka sementara
  2. Angka sangat sementara
  3. Angka sangat-sangat sementara, per 31 Juli 2010
  4. Termasuk pinjaman semi komersial
  5. Beberapa yang masuk semi konsesional
  6. Merupakan pinjaman komersial