HMINEWS.COM- Setiap tahun dalam menentukan awal Ramadhan Tarekat Naqsabandiyah selalu lebih awal melaksanakan ibadah puasa di bandingkan dengan NU dan Muhammadiyah, hal ini bukan berarti umat islam dalam kondisi yang berbeda apa lagi perpecahan,

Perbedaan waktu dalam menentukan awal Ramdhan sudah berlangsung lama, hal ini disebabkan pada perbedaan cara pandang tetapi tidak mengurangi substansi dari pada puasa tersebut. kalau NU dan Muhammadiyah berpuasa 2 hari kedepan, tetapi Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat dan An-Nadzir di Gowa mulai berpuasa hari ini.

Malam, Minggu (8/8/100 Puluhan jamaah Naqsabandiyah telah melakukan salat Tarawih lebih awal sebagai tanda bahwa awal Ramadan, hal yang sama juga di lakukan Jamaah An-Nadzir.

Menurut guru Tarekat Naqsabandiyah Surau Baitul Makmur Syafri Malin Mudo “Tadi malam ini tandanya bertepatan bulan Ramadan dan hari mulai puasanya, kami telah menentukan puasa jatuh pada hari ini,” di Kecamatan Pauh, Padang, Sumatera Barat, Senin (9/8/2010).

Adapu Metode yang digunakan oleh Tarekat Naqsabandiyah dalam menetukan awal Ramahdan adalah  metode Hisab Munjid, artinya penentuan tanggal yang telah diajarkan Rasulullah. “Kita ambil metode menghitung tanggal atau dinamakan Hisab Munjid. Berdasarkan hisab munjid bulan puasa jatuh tadi malam dan mulai puasa hari ini,”Itu sudah dilakukan secara turun-temurun, kataGuru

puasa hari ini juga  dilakukan oleh Pengikut aliran jamaah An Nadzir yang bermukim di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan,

Menurut, Ustad Luqman, Koordinator An Nashir, bahwa posisi bulan pada fajar siddiq terlihat hari ini sekitar pukul 05:30 WITA, berartii awal ramahdan jatuh pada hari ini. bdni