Imam Subkhan Ketua Komisi Hubungan Internasional PB HMI (Tengah) Bersama Para Delegasi Dalam Forum the 6th Gathering of Unity of Islamic World Students di Iran
Tehran, HMINEWS.COM- Setelah melalui perjalanan panjang dari Jakarta dan sempat transit di Doha, Qatar selama 12 jam akhirnya delegasi HMI dalam the 6th Gathering of Unity of Islamic World Students yang diwakili oleh M. Chozin, Ketua Umum PB HMI dan Imam Subkhan, Ketua Hubungan Internasional PB HMI  tiba di Teheran pada hari Kamis (26/08) pukul 22.00 waktu Iran atau Jumat (27/08) pukul 00.30 WIB.

Tiba di Bandara Internasional Imam Khomeni kami langsung di jemput oleh panitia lokal dan langsung menuju Laleh International Hotel yang berada di tengah kota Tehran. Sebagaimana bandara pada umumnya, bandara international Imam Khomeni terletak jaug di pinggiran kota. Sekitar 55 km dari jantung kota Tehran dan memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk menjangkaunya.

Kedatangan HMI di acara ini merupakan sebuah kehormatan karena HMI bukan saja wakil satu-satunya dari Indonesia tapi merupakan representasi Asia Tenggara dalam Conference Union of Islamic World Students (UIWS).  Dibandingkan dengan IIFSO (International Islamic Federation Students Organization), UIWS memang relatif baru, namun memiliki peran strategis dalam membangun jaringan pemuda dan pelajar Islam dunia. Saat ini UIWS beranggotakan organisasi pelajar Islam dari 10 negara Islam: Syria, Iraq, Morocco, Nigeria, Sudan, Lebanon, Turkey, Palestine, Pakistan and Afghanistan. HMI merupakan anggota baru yang mewakili negara Indonesia.

Tema pertemuan ke 6 UIWS ini adalah berkaitan dengan isu pembebasan Palestine dari kekejaman Zionis Israel. Direncanakan dalam konferensi ini akan dibentuk sebuah komite pelajar Islam dunia untuk pembebasan Gaza. Selain itu juga akan dibicarakan strategi untuk membangun kesadaran dan kesepahaman gerakan pelajar Islam dunia untuk menawarkan sistem alternatif yang mampu melepaskan diri dari hegemoni peradaban Barat yang dikendalikan oleh Zionis Israel. Direncanakan konferensi ini akan berlangsung selama tiga hari yang juga dibarengkan dengan peristiwa peringatan hari al quds (yaumul quds) yang mengambil tema “Unity, Resistance, and the World without Zionism”. [] IS/ham