Membaca dan Menulislah

HMINEWS.COM- Belajar dari kebangkitan bangsa Barat setelah masa kegelapan, yang dikenal luas dengan istilah renaissance dalam bahasa Perancis atau rinascimento dalam bahasa Italia; arti harafiah: kelahiran kembali). Kelahiran kembali atas semangat keilmuan Yunani Kuno atau Romawi Kuno.

Kita melihat semangat tulis bacanya begitu gegap gempita di masa itu. Sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama mulai terlihat kebangkitan keilmuan bangsa-bangsa Eropa yang pada awalnya masih diselimuti oleh awan kegelapan (the darkness era). Setelah kehidupan tidak lagi dikontrol oleh kerajaan-kerajaan lalim, dan setelah masyarakat tidak lagi dikuasai dalam banyak hal oleh gereja di saat itulah kebangkitan manusia Eropa dalam hal keilmuan dan penemuan-penemuan baru (new invention) bermula. Dan akhirnya universitas-universitas modern pun mulai tumbuh subur di seantero Eropa.

Hingga hari ini kita mendengar cerita tentang kebangkitan ilmu pengetahuan itu. Hari ini kita mengenal banyak ilmuwan dari masa itu. Adalah karena ada yang menceritakannya. Ada yang merekam jejaknya. Ada yang menuliskannya. Sehingga kejadian-kejadian keilmuan pada masa itu bisa ditelusur dan dipelajari hingga saat ini. Di sinilah letak hebatnya tulisan. Melalui tulisan, peristiwa yang awalnya terikat pada ruang dan waktu jadi bisa melintasi zaman. Menembus ruang dan waktu.

Pada tulisan kali ini saya tidak akan membahas renaissance itu lebih jauh. Yang ingin saya sampaikan melalui tulisan singkat ini adalah tentang besarnya pengaruh budaya tulis baca terhadap kemajuan peradaban suatu bangsa. Betapa tidak, semenjak maraknya budaya menulis, apakah tentang kesusasteraan, ilmu pengetahuan alam, filsafat, matematika, ekonomi dan ilmu lainnya, terlihat jelas semenjak itu pulalah kemajuan peradaban Eropa modern mulai tumbuh.

Para sejarawan telah menyebutkan bahwa semangat menggali pengetahuan dengan peningkatan budaya tulis baca itu adalah salah satu hutang budi bangsa Eropa terhadap peradaban Islam. Titik singgung utama antara Eropa pasca abad pertengahan adalah kerajaan Spanyol Islam. Spanyol merupakan tempat yang paling utama bagi Eropa menyerap peradaban Islam, baik dalam bentuk hubungan politik, sosial, maupun perekonomian dan peradaban antar negara. Orang-orang Eropa menyaksikan kenyataan bahwa Spanyol berada di bawah kekuasaan Islam jauh meninggalkan negara-negara tetangganya Eropa, terutama dalam bidang pemikiran dan sains disamping bangunan fisik. Yang terpenting diantaranya adalah pemikiran Ibn Rusyd (1120-1198 M). Ia melepaskan belenggu taklid dan menganjurkan kebebasan berpikir. Ia mengulas pemikiran Aristoteles dengan cara yang memikat minat semua orang yang berpikiran bebas. Ia mengedepankan sunnatullah menurut pengertian Islam terhadap pantheisme dan anthropomorphisme Kristen. Demikian besar pengaruhnya di Eropa, hingga di Eropa timbul gerakan Averroeisme (Ibn Rusydisme) yang menuntut kebebasan berpikir. Pihak gereja menolak pemikiran rasional yang dibawa gerakan Averroeisme ini. Namun penolakan gereja ini sudah tidak dihiraukan lagi bagi pegiat ilmu pengetahuan dan masyarakat pada umumnya.

Setelah peradaban Eropa maju. Hal yang sebaliknya justru berlaku di sebagian kalangan Islam. Ilmu pengetahuan mulai tidak terlalu jadi prioritas pembangunan bangsa. Gairah tulis baca mulai menghilang. Dan lambat laun kemajuan yang diharapkan menjadi impian yang tampaknya akan masih lama diraih. [] Feri S