Koodinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V memberikan rekomendasi kepada empat perguruan tinggi swasta di DI Yogyakarta untuk ditutup karena sudah tak memperoleh mahasiswa baru selama dua tahun terakhir. Hal ini diduga terjadi akibat tingginya kompetisi penerimaan mahasiswa di Yogyakarta.

Rekomendasi diberikan oleh setelah evaluasi perpanjangan izin penyelenggaraan program studi. Hasil evaluasi menunjukkan keempat PTS ini sudah tidak mendapat mahasiswa baru selama setidaknya dua tahun terakhir.

Keempat PTS tersebut adalah Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank) YIPK, Akademi Bahasa Asing (ABA) YIPK, Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Proactive, dan Politeknik PPKP Yogyakarta. Jumlah total program studi di keempat PTS itu berjumlah 12 buah.

Koordinator Kopertis Wilayah V DI Yogyakarta, Budi, mengatakan, rekomendasi penutupan ini sudah disampaikan ke masing-masing PTS dan yayasan pengelolanya. Dosen-dosen pegawai negeri sipil yang dipinjamkan di keempat PTS tersebut pun telah mulai ditarik. “Kami juga sudah tidak memperpanjang izin penyelenggaraan prodi-prodinya, tapi soal penutupan PTS merupakan wewenang yayasan. Kami hanya bisa memberi rekomendasi,” ujarnya di Yogyakarta, Senin (2/8/2010).

Menurut Budi, dari keempat PTS tersebut, tinggal ABA YIPK yang masih mempunyai 31 mahasiswa aktif. Akan tetapi, pengelola ABA YIPK mengaku sudah tidak mampu lagi meneruskan kegiatan akademik. Agar tak merugikan mahasiswa yang masih terdaftar, PTS yang saat ini masih menyelenggarakan dua prodi tersebut direkomendasikan untuk digabung dengan PTS lain yang berada di satu yayasan. “Kalau tidak bisa gabung, mereka harus memindahkan dulu mahasiswanya,” kata Budi.

Budi menuturkan, PTS kecil akan semakin sulit bersaing dengan PTS besar maupun perguruan tinggi negeri (PTN). Saat ini, kesenjangan jumlah mahasiswa baru di PTS besar dan kecil di Yogyakarta sangat tinggi. Di PTS besar, jumlah mahasiswa terus meningkat, sedangkan di PTS kecil terus menyusut.

Selama lima tahun terakhir, jumlah PTS di DI Yogyakarta terus berkurang. Pada 2010, jumlahnya 118 PTS berkurang dari tahun 2008 sebanyak 124 PTS. Pada 2008, terdapat tujuh PTS di DI Yogyakarta ditutup. Lima di antaranya dipindah ke luar daerah. Padahal, jumlah mahasiswa baru yang masuk DI Yogyakarta terus meningkat sekitar 10 persen setiap tahunnya sejak 2007.[]Rif