HMINEWS.COM – Skandal yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 6,7 triliun dan menyeret pejabat tinggi negara kian hari  mulai redup, lenyap, tak membekas.  Anehnya salah satu orang yang di duga kuat terlibat dalam skandal tersebut di ajukan sebagai Calon tunggal Gubernur Bank Indonesia pilihan SBY dan sekarang lagi mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

Menyikapi lambatnya penanganan kasus Bank Cebtury, Anggota tim pengawas penanganan Kasus Bank Century, Bambang Soesatyo dari Fraksi Golkar menegaskan sampai kapan pun tidak ada istilah untuk melupakan skandal kasus Bank Century, Fraksi Golkar masih tetap konsisten, kami akan terus kejar penjahat-penjahat yang merampok uang negara sampai mereka di bawa ke pengadilan dan di hukum, ujar Bambang  di Jakarta.

Bambang juga mempertanyakan kinerja institusi penegak hukum terkait penyelesaian skandal Bank  Century, menurutnya institusi  penegak hukum seperti kepolisian malah di sibukkan dengan kasus video mesum Luna Maya Cs, KPK di sibukkan dengan masalah kasus Bibit-Chandra, Kejagung malah di repotkan dengan kasus Yusril Ihza Mahendra, kok ngak ada ya pemanggilan terhadap pihak-pihak yang di duga terkait skandal Bank Cebtury seperti Darmin Nasution dll.

Bambang, yang juga Mantan Wakasekjen PB HMI, mengancam, akan ada pemotongan anggaran sebagai sanksinya. jika ketiga lembaga itu tidak melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap orang-orang yang di duga terlibat dalam kasus Bank Century, termasuk Darmin Naution sebagaimana yang tertuang dalam hasil rekomendasi DPR dalam waktu ini.

Sungguh luar biasa negeri ini, terlalu toleran terhadap kejahatan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Agar kasus Bank Century tak lenyap, mau tak mau, kuasa politik harus disingkirkan. Kemudian menitipkan asa ke para penegak hukum, khususnya KPK, sekaligus membuktikan independensinya dalam mengusut kasus Bank Century. Selebihnya, biarlah Tuhan yang mengurusnya, kata Hifdzil Alim,  Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum UGM. [] dni