HMINEWS- Jika ditanya, siapa sosok politisi muda Muslimah yang patut dicontoh? Jawabannya adalah Nurul Izzah, putri kesayangan pejuang demokrasi dan tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim.

Terlahir dari pasangan mantan pejabat tinggi Kerajaan Malaysia tidak membuatnya tergoda untuk menjadi bintang entertainmen sebagaimana kebanyakan anak pejabat di Indonesia. Nurul Izzah lebih suka mengisi masa mudanya dengan menuntut ilmu sampai ke negeri seberang.

Nurul Izzah menempuh pendidikan S1-nya di teknik elektro Universiti Teknologi Petronas di Perak dan kemudian pindah ke Universiti Tenaga Nasional di Bangi, Malaysia. Jadi Nuruh justru adalah sarjana elektro, bukan sarjana politik.  Baru ketika melanjutkan pendidikan masternya di AS, tepatnya di John Hopkin University, ia mengambil jurusan studi internasional, khususnya politik Asia Tenggara.

Nurul-lah yang menjadi pembela utama ayahandanya, Anwar Ibrahim, ketika beliau sedang menghadapi kezaliman oleh rezim penguasa Malaysia. Ayahnya dituduh melakukan sodomi terhadap mantan asistennya Mohd Saiful Bukhari Azlan.

Sampai saat ini proses persidangan terhadap Anwar masih berlangsung sejak Februari 2010 lalu. Rencananya mulai Agustus nanti sidang akan digelar lagi. Sidang sempat tersendat sekitar enam bulan disebabkan oleh ketua tim pengacaranya sedang sakit.

Nurul Izzah yang merupakan anggota parlemen dengan setia selalu menghadiri persidangan ayahnya, bersama ibu dan adik-adiknya. Bagi Nurul, tuduhan sodomi yang dilontarkan kepada ayahandanya adalah konspirasi politik. “Melihat pada fakta-fakta kasus dan laporan medis, saya tak melihat bukti apapun untuk mendukung tuduhan itu. Ini pukulan intervensi politik,” kata wanita berumur 28 tahun itu kepada media asing the Straits Times beberapa waktu lalu.[ ] lara