Jakarta, HMINEWS- Kamis, (15/7) DPR berencana akam melakukan Uji kelayakan dan kepatutan Calon Gubernur Bank Indonesia.  Geng Istana, Presiden SBY nampaknya akan tetap  ngotot mencalonkan Darmin Nasutionm sebagai Gubernur Bank Indonesia, sikap yang tidak konsisten dalam menyelesaikan kasus Bank Century.

Masa sich, sampai saat ini tidak ada yang bersuara lantang termasuk anggota DPR  terkait keterlibatan Darmin Nasution dalam kasus Pengemplangan Pajak dan Skandal Bailout Bank Century ?

Fraksi Golkar, PKS, Hanura, PPP, PDIP, Gerindra yang selama ini bersuara lantang terhadap kasus Bailout Bank Century seolah tidak berdaya untuk melakukan penolakan terhadap kehendak geng Istana, semuanya sudak menjadi pengikut setia geng istana, jangan bicara oposisi kalau Anda tidak menolak pencalonan Darmin Nasution sebagai Calon Gubernur Bank Indonesia.

Oleh karena itu DPR dan Presiden SBY jangan sampai berkhianat dan membohongi rakyat dengan cara  pura-pura tidak  tahu dan tak terlibat dalam aksi rahasia menghentikan proses hukum skandal Century yang melibatkan Darmin Nasurion sebagai cagub BI. ”Selama proses hukum berjalan atas skandal Century, semua pejabat yang terlibat Century  harusnya tak boleh dipromosikan. DPR harus tolak Darmin jika tak ingin dicap khianat.

PB HMI menilai  pencalonan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia menunjukkan ketidakkonsistenan SBY dalam menuntaskan kasus Bank Century secara terang menderang dimana Darmin terlibat di dalamnya, oleh karena itu kami mendesak DPR untuk menolak pencalonan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia sebagaimana yang pernah dilakukan DPR terhadap calon-calon sebelumnya.

Kami  mendesak KPK untuk segera memeriksa dan menetapkan Darmin Nasution sebagai tersangka dalam kasus Bank Century, meminta DPR untuk mencari calon alternarif atau tandingan untuk mengantikan Darmin Nasution.

Lebih lanjut, PB HMI menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk membuat mosi tidak percaya kepada parpol-parpol yang tidak konsisten dalam pengusutan kasus Bank Ceetury. “Kami akan menyampaikan mosi tidak percaya pada parpol-parpol “banci“ dan parpol makelar jabatan jika mereka tetap bersikukuh meloloskan Darmin. (dni)