Terdakwa kasus percobaan suap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Anggodo Widjojo (kanan) mencium tangan mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Wisnu Subroto. (Antara/puspa perwitasari)

Terdakwa kasus percobaan suap terhadap pimpinan KPK, Anggodo Widjojo, memohon restu dan mencium tangan mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung Wisnu Subroto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa.

“Saya mohon doa restu dan mohon maaf,” kata Anggodo saat diberikan kesempatan untuk bertanya dalam persidangan yang menjerat dirinya di Jakarta, Selasa (20/7).

Kata Anggodo, restu itu diperlukan agar dirinya dapat melewati persidangan yang sedang dihadapinya. Selain itu ia berharap agar perkara yang menjerat dirinya tersebut bisa menjadi terang-benderang.

Permintaan maaf disampaikan, karena telah membuat temannya, yaitu Wisnu Subroto, yang tidak tahu apa-apa menjadi terlibat dengan kasus yang menjerat dirinya. “Banyak teman saya menjadi korban,” katanya.

Dalam kesempatan itu ia menyangkat bahwa tidak terbukti sama sekali apa yang disebut rekayasa dan kriminalisasi pimpinan KPK dalam kasus ini.

Setelah mengucapkan perkataan tersebut, Anggodo juga beranjak dari tempat duduknya di bagian sebelah kiri majelis hakim dan segera mendatangi Wisnu. Ia pun kemudian, segera mengulurkan dan mencium tangan Wisnu Subroto.

Saat Wisnu beranjak dari kursi dan akan meninggalkan ruang sidang, ia juga sempat melambaikan tangan ke arah Anggodo dan tim kuasa hukumnya. (ANTARA)