Jakarta, HMINEWS- Sebelas hari kunjungan SBY keluar Negeri menjadi tanda tanya sendiri bagi sebagian kalangan, presiden di desak untuk menjelaskan ikhwal kunjungan tersebut, dan apa manfaatnya bagi rakyat serta berapa anggaran yang digunakan dalam perjalanan tersebut?

Ketua DPP Partai Golkar, Aulia Rachman mendesak presiden mempertanggungjawabkan serta menjelaskan kunjungan tersebut kepada publik, bagaimana pun rakyat harus tahu, buat dunk terang benderang terkait penggunaan anggaran serta maanfaat dari kunjungan tersebut.

Kunjungan presiden keluar negeri secara substantif penting, tapi lebih penting lagi kalau presiden menjelaskan manfaat dari kunjungan  tersebut, berapa anggaran yang di gunakan harus dijelaskan kepada masyrakat agar kunjungan tersebut tidak terkesan plesiran pejabat atau wisata presiden, ujar aulia di sela-sela acara Rakornis Partai Golkar di Jakarta.

Koordinator Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Tranparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi menilai kunjungan Presiden SBY keluar negeri merupakan pemborosan anggaran, sejak 2005-2009 anggaran presiden keluar negeri telah mencapai Rp. 813 milyar, artinya anggaran presiden keluar negeri pertahunnya Rp.162 milyar pertahun, hal tersebut  sangat kontras dengan presiden -presiden sebelumnya.

Zaman (Alm) Gusdur menjadi presiden, hanya Rp.48 milyar (APBN 2001) anggaran keluar negeri, Zaman Presiden Megawati sekitar Rp.48,8 Milyar pertahun, Presiden SBY  paling boros dalam penggunaan anggaran keluar negeri, ujar Uchok kepada Media Indonesia (4/7/2010) di Jakarta.

Untuk APBN 2010 anggaran Presiden keluar negeri dialokasikan sekitar Rp.179 Milyar pertahun dan ini terus bertambah, APBN 2011 menganggarkan Rp. 181 Milyar pertahun, tambah Uchok.

Terkait dengan hasil kunjungan presiden keluar negeri akhir-akhir ini, Uchok menilai tidak menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan  kongkret bagi masyarakat, tetapi diplomasi yang mengawang-awang, berbeda dengan (Alm) Gusdur yang dalam kunjungannya selalu menghasilkan yang kongkret,kata Uchok. (dni)