Jakarta, HMINEWS-  “Dukungan atau Pembelaan” terus diberikan pada Jaksa Agung, Hendarman Supanji terkait legalitasnya yang dipersoalkan Yusril Ihza Mahendra, Geng Istana melalui Juru bicaranya, Deny Indrayana mengatakan bahwa kedudukan Jaksa Agung kini berbeda dengan anggota kabinet sebagaimana yang dikatakan Yusril.

Mengacu pada Undang-undang Kementerian negara, Jaksa Agung, Hendarman Supanji setara kedudukannya dengan Panglima TNI dan Kapolri, bukan lagi anggota kabinet Indonesia Jilid II, kata Deny Indrayana, yang juga menjabat sebagai staf khusus presiden SBY bidang hukum, HAM  serta pemberantasan korupsi kepada detikcom di jakarta,  selasa (6/7/10).

Terkait dengan pengangkatan Jaksa Agung, Deny menjelaskan bahwa hal tersebut tidak harus mengikuti dengan pelantikan kabinet Indonesia Jilid II, hal ini juga berlaku bagi Panglima TNI dan Kapolri, sampai detik ini Keppres pengangkatan Hendarman Supanji belum dicabut oleh presiden SBY, walaupun kabinet Indonesia I sudah di bubarkan.

Deny menduga, gugatan Yusril terhadap keabsahan Jaksa Agung, Hendarman Supanji terkait dengan kepentingan kasus hukum yang menimpa bersangkutan (Yusril), menurut Undang-undang Kejaksaan bahwa syarat pensiun sebagai Jaksa Agung berumur 62 tahun, seandainya sudah melewati umur, Hendarman Supanji masih berhak menduduki jabatan sebagai Jaksa Agung, tambah Deny.

Hendarman Supansi menjadi Jaksa Agung bukanlah dari non-karir, karena untuk menjadi Jaksa Agung tidaj harus dari Jaksa, kata Deny.

Dalam Waktu dan kesempatan yang berbeda, Mensesneg, Sudi Silalahi juga pernah mengatakan hal yang sama seprti apa yang dikatakan Deny Indrayana.

Sudi Silahi mengatakan bahwa kedudukan Jaksa Agung, Hendarman Supanji sah dan Legal, kan sudah ada Undang-undang kementerian yang baru, itu menjadi referensi kita” Minggu (4/7/2010)  di Jakarta.

Jaksa Agung Legal, Berdasarkan Undang-undang Kementerian yang baru,  karena Jaksa Agung bukan kabinet lagi, nantil kita bicarakan lagi. ujar Sudi

Menurut Mensesneg, ketika SBY memilihnya kembali sebagai Jaksa Agung, Hendarman Supanji tidak perlu dilantik kembali untuk kedua kalinya, Keppres pengangkatan Hendarman Supanji sebagai Jaksa Agung  masih berlaku sampai sekarang,  itu sah. kata Sudi Silalahi. (dni)