HMINEWS.COM- Sedikitnya 100 mahasiswa dan buruh yang tergabung dalam Gerakan Aksi  Nasional melakukan aksi mimbar bebas menuntut pembatalan  kenaikan tarif dasar listrik (TDL) di depan Kantor Bank Dunia (World Bank) Kamis (29/7/10) Jakarta.

“Kenaikan TDL yang disertai dengan naiknya kebutuhan pokok  sangat menyengsarakan rakyat. Oleh sebab itu kami menuntut kepada SBY-BERBUDI untuk segera membatalkan kenaikan TDL dan menurunkan harga bahan pokok,” kata Koordinator aksi, Vivi Widyawati.

Selain itu para pengunjuk rasa juga menuntut World Bank beserta antek-anteknya untuk segera hengkang dari bumi Inodnesia, karena World Bank lah maka TDL menjadi naik.

Tidak hanya Kenaikan TDL,  rakyat juga harus  menanggung beban kenaikan harga yang luar biasa tingginya, terutama kenaikan harga sembako, bahkan harga cabe dan bawang sangat tinggi luarbiasa harganya, tetapi petaninya masih saja miskin, apa lagi dalam waktu dekat ini akan memasuki bulan puasa, yang sudah pasti harga-harga terus melonjak tinggi.

Sebenarnya Rezim Antek Kapitalis SBY-BOEDIONO-PARLEMEN sekarang hanyalah melanjutkan apa yang sudah dikerjakan oleh Rezim Antek Kapitalis  sebelumnya.

Demonstran juga mengajak masyarakat untuk melakukan boikot nasional membayar listrik sebagai bentuk protes terhadap kenaikan TDL. Kami akan membangun front persatuan nasional untuk membatalkan kenaikan TDL dan meminta SBY-BERBUDI mundur dari jabatannya dari presiden dan wapres yang dipilih oleh rakyat, jika tidak membatalkan kenaikan TDL.

Para aktivis mahasiswa dan buruh serta masyarakat miskin kota yang terdiri dari Aliansi Buruh menggugat (SBTPI,PPBI, GASBURI,SPTBG,FPBJ,SBIJ,SPOI,SPKAJ,SBSI 92,FSPM), SP Koja, SP Terminal Peti Kemas, SP PLN, SMI, PEMBEBASAN, LMND, IMM, PMKRI, HIKMAH BUDHI, HMI MPO, FPPI, KPOP, BANG JAYA, FPJ, RepDem, Perempuan Mahardhika, PPRM, PPI, KPRM-PRD, PRP, PRD, KAU, GARDA PAPUA, AMP, PN PII, SeBUMI, DKR berencana akan melakukan aksi massa yang lebih besar di depan Istana Negara pada 7 Agustus 2010 menuntut SBY-BERBUDI membatalkan kenaikan TDL serta kenaikan harga. []ham