HMINEWS.COM-  Merasa kasus Century mangkrak, belasan mahasiswa yang tergabung dalam Jaker  Petisi 50, HMI dan PMKRI mendatangi Fraksi GERINDRA di DPPRI. Mereka mempertanyakan keseriusan GERINDRA sebagai salah satu fraksi yang vokal di  DPR menuntut penyelesaian kasus Century.

Delegasi HMI yang dipimpin oleh ketua umumnya, M Chozin Amirullah meminta agar GERINDRA bisa mengajak fraksi-fraksi lain untuk memantau proses hukum kasus Century. Sebagaimana kawan-kawannya di gerakan masyarakat sipil, Chozin meragukan keseriusan KPK dalam menyelesaikan kasus pembobolan uang sebesar 6,7 trilyun dalam kasus Century, sebagaimana yang diamanahkan oleh DPR melalui hak angket.

“Jika Century ini tidak selesai, maka ini akan menjadi preseden buruk buat bangsa ini. Rakyat pada akhirnya tidak akan percaya lagi pada elit dan mereka tidak yakin dengan mesa depan bangsanya, sebab kasus-kasus korupsi dengan skala besar pada akhirnya akan diuapkan begitu saja tanpa ada penyelesaian”, demikian kata Chozin.

Hal senada disampaikan oleh koordinator Jaker Petisi 50, Gartono SH, yang mempertanyakan langkah-langkah yang ditempuh oleh Geridra jika penyelesaian hukum kasus Century mangkrak di jalan.

Menanggapi kedua tuntutan di atas, Fraksi GERIDRA yang diwakili oleh Wakil Ketuanya, Sadar Subagyo, menyampaikan bahwa dengan kasus Century, Gerindra tetap komitmen untuk menyelesaikannya. Dia berjanji jika dalam waktu satu tahun proses hukum Century gate ini tidak selesai maka Gerindra akan melakukan penggalangan suara untuk hak menyatakan pendapat.

“Kami akan catat pernyataan Bapak dan kami akan lihat nanti, apakah GERINDRA termasuk partai yang komitmen pada idealisem atau sekedar partai penggembira”, demikian sergah salah satu kader dari PMKRI yang juga hadir dalam acara tersebut. <lr>