HMINEWS.COM- Darmin Nasution semalam telah dinyatakan lolos fit and proper test untuk menduduki jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia yang baru. Anggota DPR menyatakan tidak menemukan cacat apapun pada Darmin yang menghalanginya memikul jabatan itu.

Padahal, menurut Jurubicara Gerakan Indonesia Bersih(GIB), Adhie M Massardi, dalam skandal rekayasa bailout Bank Century, yang merupakan perampokan uang negara Rp 6,7 triliun, DPR pun telah menyebut Darmin sebagai salah seorang yang harus bertanggungjawab. “Meskipun banyak orang yang teriak mengingatkan akan kaitan dengan kasus ini, namun tampaknya teriakan itu tidak mereka dengar,” ujar Adhie.

Memang, menurut Adhie, ibarat muazin yang meneriakkan waktu shalat dengan lantang, bahkan dibantu pengeras suara, sering tidak menjadi panggilan bagi semua orang untuk datang ke hadapan-Nya. Tugas muazin hanya mengingatkan pada umat Islam bahwa waktu shalat telah tiba. “Selanjutnya tergantung pada keimanan seseorang yang mendengarnya. Begitu juga dengan wakil rakyat di DPR, mereka telah diingatkan tentang kasus Century, namun mereka banyak yang tertutup hatinya,” ujarnya.
Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, mengatakan, Golkar sangat happy dengan lolosnya Darmin Nasution dalam uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi XI DPR. Setelah menjalani uji kelayakan selama dua hari, Darmin akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Aklamasi itu tidak begitu mulus. Tidak mudah memutuskan Pak Darmin untuk aklamasi. Ibarat lolos dari lubang jarum.

Priyo, yang juga menjabat Wakil Ketua DPR, mengungkapkan, keputusan aklamasi dicapai melalui proses lobi yang tak mudah. “Aklamasi itu tidak begitu mulus. Tidak mudah memutuskan Pak Darmin untuk aklamasi. Ibarat lolos dari lubang jarum,” kata Priyo di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (23/7/2010).

Namun, Priyo membantah bahwa hasil akhir itu sebenarnya sudah “diselesaikan” di Setgab Koalisi. “PDI Perjuangan itu faktor sekali lo,” katanya.

Priyo mengakui, pihaknya memang menghindari pengambilan keputusan melalui mekanisme voting yang sebelumnya sudah disepakati. “Kalau voting, kemungkinan jadi tidaknya 50:50. Sangat tipis,” ujar dia.

Kasus Century

Terpilihnya Darmin secara aklamasi diikuti dengan sejumlah catatan yang mengikatnya. Salah satunya adalah terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus dana talangan Bank Century. Dukungan penuh terhadap Darmin, termasuk oleh partai yang mengusung opsi C, memunculkan sinyalemen tak berlanjutnya kasus Bank Century. “Tidak ada hubungan dengan kasus Century. Century tidak akan memudar. Golkar memang mendukung Pak Darmin. Sejak semua kami mengapresiasi langkah-langkahnya,” ujar Priyo.