HMINEWS.COM- Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis  menilai terpilihnya  Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia secara aklamasi menunjukkan kalau Darmin kuat secara politik tetapi lemah secara hukum, sebab terlalu banyak dugaan kasus yang menyandera Darmin.

Kasus-kasus yang di tuduhkan kepada Darmin untuk saat ini hanya sebatas dugaan saja, Komisi XI melihat itu hanya merupakan dugaan, jadi hal tersebut tidak menghalangi Darmin untuk menjabat Gubernur Bank Indonesia, demikian dikatakana Harry Azhar Azis (26/7/10) di Jakarta.

Terkait dengan  keterlibatan Darmin dalam skandal Century, Harry menilai untuk saat ini itu hanya dugaan-dugaan, sebelum ada keputusan yang tetap dari pengadilan maka Darmin dianggap tidak bersalah, hal ini sesuai dengan azas praduga tak bersalah, kita harus menghargai hal tersebut, ujar harry.

Biarkan proses hukum yang  menilai apakah  Darmin  bersalah atau  tidak,  apalagi kasus century sudah di tanggan penegak hukum seperti KPK, Kepolisian dan Kejaksaan, kita tunggu saja, tegas Harry.

Apabila suatu hari nanti, Darmin ditetapakan sebagai tersangka oleh institusi penegak hukum, maka Darmin harus menaggalkan Jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia, kata Harry.

Sementara itu, hal yang berbeda disampaikan Anggota Badan Anggaran DPR,  Bambang Soesatyo menilai “Dokumen Politik yang di hasilkan Komisi XI  sudah menjadikan Darmin sosok Gubernur BI yang bermasalah dengan hukum. Dokumen politik itu berbunyi, ‘Berdasarkan kesimpulan dan rekomendasi Pansus Angket Bank Century yang menyebutkan adanya dugaan keterlibatan Sdr Damin Nasution . .dst,” ungkapnya pada RIMANEWS.

Menurut Bambang, jika suatu saat Darmin dinyatakan secara formal oleh instrumen hukum di Indonesia (KPK, kejaksaan atau lembaga hukum lainnya) sebagai terdakwa, maka yang bersangkutan harus bersedia
mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI, pada saat itu juga, tanpa harus menunggu ketetapan hukum yang tetap.’

Bambang menilai sejumlah kasus yang menggelayuti Darmin, baik skandal Century maupun sejumlah kasus pajak lainnya, akan mempersulit Darmin untuk bersikap tegas dan independen.

“saya boleh menduga bahwa tidak mudah bagi Darmin untuk tegas dan independen sebagai pemimpin bank sentral kita. Bagaimana pun, Keyakinan kita pada Darmin sudah direduksi oleh dokumen politik itu,” katanya. []dni