HMINEWS.COM

 Breaking News

Tragedi 27 Juli 1996, Penjarakan SBY

July 27
13:29 2010

HMINEWS.COM- Penyerbuan kantor Partai Demokrasi Indonesia pada  27 Juli 1996 atau lebih dikenal dengan tragedi Kudatuli masih menyisakan tanda tanya bagi para korban, ketidak jelasan penyelesaian kasus HAM tersebut, menuntut Preisden SBY untuk di mejahijaukan.

Menurut Noldy Manengkey, Ketua FKK 124 Presiden SBY adalah orang yang paling bertanggung jawab terkait ragedi berdarah 27 tersebut, pasalnya SBY pada waktu itu salah satu orang yang berperan besar  dalam pengambilan keputusan untuk melakukan penyerangan. dimana pada 24 Juli 1996 terjadi pertemuan di Kodam Jaya yang dipimpin Kasdam Jaya Brigjen Susilo Bambang Yudhoyono serta di hadiri Brigjen Zacky Anwar Makarim, Kolonel Haryanto, Kolonel Joko Santoso, dan Alex Widya Siregar.

FKK  menilai, karena SBY  saat itu menjabat sebagai Kasdam Jaya, maka SBY merupakan orang yang paling bertanggung jawab di balik serangan yang telah  menewaskan sedikitnya lima orang kader PDI tersebut.

Sampai saat ini  kasus  tersebut  belum juga tersentuh oleh hukum, oleh karena itu kami menuntut presiden SBY untuk diadili  kalau bisa di penjarakan, tidak tersentuhnya kasus ini secara hukum disebabkan karena tokoh-tokoh yang berada di balik serangan tersebut saat ini sedang di atas puncak kekuasaannya, ujar Noldy  Selasa (27/7) di Jakarata.

Insiden Berdarah 27 Juli 1996 merupakan kasus pelanggaran HAM, dimana insiden tersebut dilakukan secara sistematis,  kantor PDI di Jl Diponegoro 58, Jakarta Pusat yang dikuasai pendukung ketua PDI Megawati Soekarnoputri diserbu massa pendukung Soerjadi, ketua Umum PDI versi kongres Medan yang didukung pemerintah serta aparat Kepolisian dan TNI. [] ham

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.