HMINEWS.COM- Ketidakhadiran  Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar dalam Rapat dengan Tim Pengawas Kasus Bank Century di DPR patut di pertanyakan dan dicurigai, ketidakhadiran patrialis tersebut tanpa disertai dengan alasan yang jelas, Bukankah ini merupakan bentuk pelecehan terhadap lembaga DPR?

Kketidakhadiran Menteri Hukun dan HAM menurut Bambang Soesatyo,  anggota Fraksi Partai Golkar  ada upaya sistematis yang di bangun terkait dengan ketidakhadiran Patrialis Akbar, tujuannya sangat jelas yaitu untuk menutup kasus Bank Century, demikian di katakan Bambang  Rabu (28/7/10) di Jakarta

Menurutnya, ada upaya sistematis dari pemerintah untuk menutup kasus century serta mengabaikan kepetusan DPR terkait dengan Bailout Century, ketidakhadiran Patrialisi jelas menunjukkan itu, dimana ketidakhadiran ini sebagai upaya penolakan dari pihak pemerintah terhadap kerja Timwas Century, Ini gejala yang tidak sehat dari para menteri untuk tidak menghargai DPR. Kenapa mereka berani tidak menghargai DPR? Karena DPR sendiri tidak menghormati keputusan yang dibuat terkait kasus Century,”tegas Bambang Soesatyo.

Bukan hanya ketidakhadiran Patrialis saja, tapi pernyataan Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman juga mengindikasikan kalau ada upaya kearah yang lebih besar untuk menutup kasus Bank Century. dimana sebelumnya Benny yang juga merupakan Anggota DPR dari Fraksi Demokrat pernah mengatakan akan menutup kasus Bank Century karena tidak cukup bukti.

Pernyataan Benny K Harman tentunya jelas sangat menyesatkan, oleh karena itu Ketua Komisi III tersebut harus segera meralat pernyataannya, kalau tidak akan menjadi preseden buruk bagi citra DPR di depan publik, jelas Bambang.

Tidak hanya Benny saja yang menginginkan kasus century di tutup, tetapi semua Anggota DPR dari Fraksi Demokrat yang tergabung dalam Tim Pengawas Kasus Bank Century juga meminta kasus Bank Century di tutup,  bahkan di Komisi III pun tidak ada pembahasan lagi terhadap kasus Bank Century, ujar Bambang.

Bambang melihat ada berbagai upaya sistematik untuk menutup kasus Bank Century. Menurutnya aparat penegak hukum  terkesan tidak serius untuk mengungkap kasus Century. Tidak ada kemajuan sama sekali. Bahkan, mereka mereka selalu beralasan masih belum menemukan cukup bukti.

Oleh karena itu, Kita akan mengadakan uji silang terhadap KPK, Kepolisian dan Kejaksaan. Uji silang dilakukan untuk menguji data yang dimiliki Timwas dengan ketiga lembaga penegak hukum tersebut. Kita akan lihat siapa yang tidak serius mengusut kasus Century,”kata Bambang.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM, Patrilis Akbar membantah tudingan kalau ketidakhadirannya sebagai bentuk dukungan terhadap penutupan kasus Bank Century, Alasan Patrialis tidak hadir dalam rapat tersebut adalah belum siapnya data tentang sejumlah aset bank Century. Dia mengaku tidak ingin mengecewakan anggota Dewan dengan jawaban yang tidak akurat, demikian dikatakan Patrialis saat di konfirmasi Detik.com

Jika dipanggil kembali oleh tim pengawas Century dalam rapat berikutnya, saya siap untuk hadir dan siap menjawab semua tudingan yang sempat memojokkan dirinya terkait keinginan untuk menghentikan kasus Century, kata Patrialis. []ham