Jakarta, HMINEWS.COM- Presiden SBY kecewa terhadap kinerja Dirjen Pajak,  masih saja terjadi  korupsi yang dilakukan oknun pegawai pajak, demikian di sampaikan presiden SBY di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Rabu 21 Juli 2010 di Jakarta.

Menurut Presiden SBY korupsi yang dilakukan pegawai merupakan kejahatan luar biasa, karena hal tersebut sangat mempengaruhi pendapatan negara. Bila ada masyarakat  yang menggunjing, mengkritik, menghujat, bahkan tulisan tajam dari media terhadap orang-orang pajak, sebaiknya itu menjadi instropeksi Direktorat Jenderal Pajak, tekan SBY.

Kejahatan tidak hanya terjadi di Dirjen Pajak tapi di Bea Cukai, “Tidak terbayangkan, kreatif tapi kreatifitasnya keliru. Ada oknum yang mencoreng Ditjen Pajak dan ini tertentu juga di bea cukai,” ujar SBY.

Di kesempatan yang sama, Presiden SBY sangat mengapresiasi dan  mengakui ada peningkatan pendapatan negara dari Ditjen Pajak. Pada 2005 sampai 2009 tercatat defitis kurang dari Rp 500 triliun. “APBN kita 2009 sudah lampaui Rp 1.000 triliun, sekitar 70 persen dari pajak dan bea cukai,” SBY pun bangga dan berterimakasih atas prestasi tersebut, tetapi yang namanya kejahatan oknum Ditjen Pajak tidak bisa dimaafkan.

Terkait dengan Kasus Mafia Pajak yang melibatkan pegawai pajak, Gayus Tambunan dan kasus pajak lainnya, Menteri Keuangan, Agus Martowardoyo merasa prihatin dan meminta maaf  kepada presiden SBY dan masyarakat Indonesia.

Kami kata Menkeu, Mohon maaf kepada Bapak Presiden selaku kepala negara dan kepada rakyat Indonesia bahwa ada kasus yang memprihatinkan atas kasu pajak Gayus, kasus pajak Bahasjim Assifie, dan adanya pemalsuan retribusi pajak di Surabaya dan Bandung.

Mantan Dirut Bank Mandiri ini juga berjanji akan melukan perbaikan institusi lembaga yang di pimpinnya dan menidak tegas oknum-oknum yang terkait, akan ada revisi peraturan, sistem, maupun  sumber daya manusia, kami mohon kepercayaan bapak presiden SBY untuk melakukan itu semua, kata Agus.

Sekedar mereview kembali, pada bulan  Januari 2010 Ditjen Pajak pernah mengungkapkan sebanyak 100 perusahaan berpotensi merupakan penunggak pajak terbesar. Total tunggakan pajak 100 perusahaan itu mencapai lebih dari Rp 17 triliun.

Berdasarkan data Ditjen yang disampaikan ke DPR, 100 perusahaan itu bergerak di berbagai bidang, mulai dari perbankan, pertambangan, perdagangan, penerbangan, semen, kertas dan lainnya.

Berikut Inilah Daftar 100 Penunggak Pajak Terbesar.

1. Pertamina (Persero)
2. Karaha Bodas Company LLC
3. Industri Pulp Lestari
4. Badan Penyehatan Perbankan Nasional
5. Kalimanis Plywood Industries
6. Siemens Indonesia
7. Angkasa Pura II (Persero)
8. Bentala Kartika Abadi
9. Daya Guna Samudera Tbk
10. Direct Vision

11. Hyaat International-Asiapacific Limited
12. Djarma Aru
13. Televisi Republik Indonesia
14. Likpin Llc
15. Multi Kontrol Indonesia
16. Kereta Api Indonesia (Persero)
17. Bank BNI
18. TH Indo Plantations
19. ING International
20. Surya Dumai Industri Tbk

21. DSM Kaltim Melamine
22. Cosa International Group Limited
23. Bank Bukopin Tbk
24. Pasifik Satelit Nusantara
25. Bukit Makmur Mandiri Utama
26. Bank Global International Tbk
27. DP3KK
28. Gandhi Memorial International School
29. Sarana Niaga Perdana
30. Perdana Karya Perkasa Tbk

31. Sampoerna Agro Tbk
32. Seaunion Energy (Limau) Ltd
33. Agoda Rimba Irian
34. Total E & P Indonesia
35. Avera Pratama
36. Steady Safe Tbk
37. Toyota Tsusho Indonesia
38. Kaltim Prima Coal
39. Djakarta Llyod Kantor Pusat
40. Universal Foodwear Utama Indonesia

41. Sumalindo Lestari Jaya Tbk
42. General Food Industries
43. Inti Indosawit Subur
44. Holcim Indonesia Tbk
45. Kinantan Senaputra
46. Pembangunan Sarana Jaya
47. Planet Electrindo
48. Mobil Exploration Indonesia
49. Textra Amspin
50. Semen Tonasa

51. Kaltim Methanol Industri
52. Eka Manunggal Lestari
53. Perkebunan Nusantara XIV
54. Toyo Denso Indonesia
55. Pertamina Unit Pembekalan
56. Salim Ivomas Pratama
57. Gajah Tunggal Mulia
58. Intimutiara Kimindo
59. Perkebunan Hasil Musi Lestari
60. Petro Oxo Nusantara

61. Dwi Satya Utama
62. Jamsostek (pusat)
63. Wira Insani
64. Ragam Logam
65. Catur Gatra Eka Perkasa
66. Perkebunan (Persero)
67. Pakerin
68. Central Proteinaprima Tbk
69. Daesung Eltec Indonesia
70. Merpati Nusantara Airlines71. Madya Semarang
72. Hyundai Motor Indonesia
73. Aspirasi Luhur
74. Istaka Karya
75. Dongfang Electric Corporation Indonesia Project
76. Cakrawala Mega Indah
77. Gapura Angkasa
78. Sun Hope Investment
79. Texmaco Taman Synthetics
80. Singgar Mulia

81. Pulau Sambu
82. Il Jin Sun Garment
83. LKBN Antara
84. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia
85. Astina Putera
86. Pindo Deli Pulp And Papermills
87. Sragen Abadi Textile Industri
88. Kaltim Parna Industri
89. Korina Semarang
90. Tiga Ombak

91. Menara Tiga Diesel
92. Valu Trada Indonesia
93. Asrigita Prasarana
94. Ivo Mas Tunggal
95. Sinar Kencana Inti Perkasa
96. Mandiri Eka Mandiri
97. Deutsche Bank AG
98. Wirakarya Sakti
99. Gunung Bayan Pratamacoal
100. Garuda Indonesia

[] dni