HMINEWS.COM- Dugaan plagiarisme buku berjudul “Sumber dan Ketersediaan Bahan Baku Pakan di Indonesia” terancam di laporkan ke pihak kepolisian, pasalnya Heri Ahmad Sukria, dosen Fakultas Peternakan di salah satu perguruan tinggi negeri , dan peneliti Rantan Krisnan di duga kuat telah melakukan plagiat.

Guru besar Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Prof Dr Ir Jasmal Syamsu (42) merasa di rugikan, Keduanya diduga menjiplak hasil karya Jasmal dalam buku berjudul “Sumber dan Ketersediaan Bahan Baku Pakan di Indonesia” cetakan Oktober 2009.

Menurut Jasmal,  Somasi juga telah dilayangkan kepada Rantan Krisnan yang saat ini bekerja sebagai peneliti di Loka Penelitian Kambing Potong, Sei Putih, Sumatera Utara.

Sedangkan menurut Dekan IPB, sebenarnya Prof Jasmal tidak pernah mengirimkan surat resmi kepada Rektor IPB tentang complain plagiasi. Terkait hal ini saya telah melakukan konfirmasi langsung lebih dari  dua kali kepada Prof Jasmal dan Rektor IPB, bahwa tidak ada surat komplain kepada pihak IPB dari Prof Jasmal. Menurut Prof Jasmal dirinya hanya mengirimkan surat komplain tersebut langsung kepada Dr. Heri secara pribadi dan bukan secara institusi ke IPB.

Untuk itu tidak benar statement bahwa IPB tidak memberi tanggapan terhadap kasus ini karena tidak ada surat apapun dari Prof Jasmal kepada IPB (rektor) yang harus ditindaklanjuti. Statement tersebut telah mencemarkan nama baik IPB karena dipublikasi secara luas oleh situs ini dan secara nyata telah merugikan IPB,

Dalam buku “Sumber dan Ketersediaan Bahan Baku Pakan di Indonesia”, Heri dan Rantan tidak mencantumkan sumber pada beberapa tulisan di halaman 17,18, 33, dan 35, serta tabel data pada halaman 156-159. Padahal, teks dan data dalam tabel itu merupakan hasil karya Jasmal dan beberapa dosen senior IPB, yakni Lily A Sofyan, K Mudikdjo, dan E Gumbira Said, pada jurnal Wartazo tahun 2003 yang beredar di Departemen Pertanian dan Dinas-dinas Pertanian di Tanah Air.

Dugaan plagiarisme semakin kuat ketika Heri dan Rantan menggunakan istilah indeks konsentrasi pakan yang diklaim Jasmal merupakan ciptaannya dalam disertasi di salah satu perguruan tinggi tertanama di jawa tahun 2006. “Apalagi angka-angka yang dicantumkan sama persis dengan yang saya tulis tujuh tahun lalu di jurnal Wartazoa sehingga makin menunjukkan adanya plagiarisme,” ungkap lelaki yang mengajar di Universitas Hasanuddin sejak tahun 1993 ini.

Perbuatan keduanya dinilai telah melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.oleh karena itu  Saya berharap polisi mampu mengusut tuntas kasus ini untuk menghindari dugaan menjiplak saat buku saya terbit nanti,” ujar Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) ini. [] dni