http://www.tribun-medan.com/photo/2010/07/95aa5e4381effed04e9e4bb881ad243f.jpg
Lalu Herman Afriandi memperlihatkan foto Herman, aktivis LMND Garut yang tewas ditembak polisi

HMINEWS.COM – Pengurus pusat Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) melaporkan kasus dugaan pembunuhan aktivis LMND Garut, Herman (23) oleh personel Polsek Pakenjeng, Garut, Briptu Sopyan ke Mabes Polri.

LMND melaporkan perkara itu ke Bareksrim dan ke Divisi Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

“Herman kader terbaik LMND yang kuliah di STIKIP Garut. Korban diculik oleh seorang polisi setelah siangnya (Senin, 19/7) melakukan aksi ke PT Chevron Gheotermal Indonesia,” kata Ketua Umum LMND, Lalu Hilman, kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/7).

Oleh Briptu Sopyan, lanjut Lalu, korban kemudian dibawa ke suatu tempat untuk kemudian dibunuh pada Senin malam hari.

“Tersangka sudah ditahan, tapi kepolisian menutup-nutupi dengan mengatakan korban bunuh diri atau kecelakaan,” jelas Lalu.

Bahkan, kepolisian juga mengisoliasi para saksi kunci peristiwa penembakan.

“Kami menuntut kepolisian usut tuntas motif di balik pembunuhan. Herman adalah aktivis yang saat vokal terhadap persoalan rakyat. Kami curiga ini motif politik dari aktivitas Herman,” ujar Lalu.

Sampai hari ini para aktivis LMND di berbagai daerah terus melakukan unjuk rasa keprihatinan atas kasus ini dan meminta Polri menuntaskan persoalan dengan transparan.

“Ini pelanggaran HAM, pembunuhan terhadap aktivis pro demokrasi, ini lebih para dari kasus penganiayaan Tama,” tegas Lalu.[] Edo