Maarif Institut  kembali memberikan penghargaan kepada dua tokoh kemanusiaan pemersatu bangsa asal Yogyakarta dan Kalimantan Selatan.  Keduanya adalah Habib S Ali Al-Habsyi dari Martapura Kalsel dan Romo V Kirjito dari Magelang Jateng.

Acara penganugerahan Maarif Award digelar di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/6) malam. Dalam sambutannya, Buya Syafii Maarif (pendiri Maarif Institut) menegaskan bahwa Indonesia adalah kampung kaya raya tanpa tuan rumah. Elit politik tanah air dinilai Buya gagal mewujudkan kesejahteraan rakyat hingga pelosok negeri.

“Indonesia ini seperti kampung tak bertuan. Ada pemimpin, ada elit, tapi tidak dirasakan kerjanya,” ujar Buya saat menyampaikan pidato sambutan dalam malam penganugerahan Maarif Award 2010 di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (10/6/2010).

Buya menilai pemerintah terlalu asyik membangun kota. Alhasil, daerah pelosok ketinggalan tak tersentuh pembangunan.

“Akibatnya warga desa mengadu nasib ke Kota, dan sebagian besar sampai kota mereka terkapar, tidak punya skill,” keluh Buya.

Sementara itu, menurut Clara Juwono (salah seorang dewan juri), mereka yang memperoleh penghargaan berasal dari dua latar belakang agama yang berbeda. Keduanya dinilai konsisten melakukan kerja kemanusiaan di tingkat akar rumput di daerah masing-masing.

“Dua tokoh ini memiliki komitmen yang luar biasa terhadap pertumbuhan kemandirian ekonomi rakyat miskin dan pembelaannya terhadap hak lingkungan bagi kehidupan rakyat terpinggirkan,” terang Clara.

S Ali Al Habsy adalah seorang aktivis kelahiran Barabai 15 September 1966, Ali adalah alumnus Fakultas Ekonomi Unlam Banjarmasih tahun 1991. Habib Ali adalah seorang aktivis Kalimantan Selatan yang sudah malang melintang di dunia pemberdayaan masyarakat sejak tahun 1987. Ali membakar semangat generasi muda untuk memperjuangkan wilayahnya dengan mendirikan NGO Lembaga Wahana Muda (Lewin) pada tahun 1990.

Romo V Kirjito lahir di Kulon Progo tanggal 18 November 1953. Romo Kirjito kini menjabat sebagai  Pastor Paroki St. Maria Magelang, sejak tahun 2000. Romi Kirjito memperjuangkan hak akan kehidupan yaitu air bersih di kaki Gunung Merapi. Romo Kirjito mengobarkan semangat perlawanan masyarakat Merapi terhadap upaya perusakan lingkungan hidup dengan cara damai.[]Thomi